Nih Suami Akan Dilaknat Allah Kalau Melaksanakan 7 Perkara Ini Pada Isterinya

Tidak mahu memeberi nafkah, selalu berkata garang dan memaki, menyakiti dengan pukulan sehingga mengakibatkan luka.

Duhai saudara seislam, ada beberapa hal yg sanggup menciptakan seorang suami dianggap berbuat derhaka pada istri dan akan mendapat ganjarannya Dan laknat Allah, beberapa di antaranya sebagai berikut :

Suami Akan Dilaknat Allah Jika Melakukan  Nih Suami Akan Dilaknat Allah Jika Melakukan 7 Perkara Ini Pada isterinya

1. Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga
Dari Abu Bakrah, ia berkata : “Rasulullah saw. bersabda : ‘tidak akan beruntung suatu kaum yg dipimpin oleh seorang wanita. ’ “ (HR. Ahmad n0. 19612 CD, Bukhari, Tirmidzi, dan Nasa’i)
Saat ini banyak suami yg malas bekerja dan menyandarkan kebutuhan hidupnya pada sang istri sehingga secara tak pribadi menjadikan istri sebagai pemimpin rumah tangga.
Suami ibarat ini tentu saja telah berbuat durhaka alasannya ialah tak melaksanakan kewajibannya dan bahkan menyulitkan istrinya dengan keharusan menafkahi dirinya. Ia akan kehilangan martabat dan harga diri di hadapan insan terlebih lagi di hadapan Allah.

2. Tidak memberi wang belanja/nafkah
Dari ‘Abdullah bin’ Amr, ia berkata : “Rasulullah bersabda : ‘seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya. '” (HR. Abu Dawud no. 1442 CD, Muslim, Ahmad, dan Thabarani)
Terhadap suami yg ibarat ini, istri sanggup mengambil belakang layar harta suami utk mencukupi kebutuhan hidup diri dan anaknya :
“Dari Asyah ra, bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata : ‘Wahai Rasulullah, bekerjsama Abu Sufyan ialah orang yg kikir dan tidak mau memperlihatkan kepadaku belanja yg cukup untuk saya dan anakku, sehingga terpaksa saya mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya. ” Beliau besabda : ’ Ambillah sekadar cukup utk dirimu dan anakmu dengan wajar. “ (HR. Bukhari no. 4945 CD, Muslim, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darimi)

3. Tidak melunaskan mahar pernikahan
Dari Maimun Al-Kurady, dari bapaknya, ia berkata : “saya mendengar nabi saw. (Bersabda) : ‘siapa saja laki laki yg menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya berarti tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu, artinya ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelakpada hari tamat zaman ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yg fasiq … ‘” (HR. Thabarani, Al-Mu ; jamul, Ausath II/237/1851 CD)

4. Mengabaikan kebutuhan seksual isteri
Suami yg berjima hanya utk memuaskan kebutuhannya saja dan tidak peduli pada istrinya, bekerjsama juga telah berbuat kesalahan.
Dari anas ra, Nabi saw bersabda : “jika seseorang di antara kalian bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila ia telah menuntaskan kebutuhannya (mendapatkan kepuasan) sebelum istrinya mendapat kepuasan, janganlah ia buru buru (mencabut kemaluannya) hingga istrinya menemukan kepuasan. “ (HR. ’Abdur Razzaq dan Abu Ya’la, Jami ‘Kabir II/19/1233)
Rasullullah saw bersabda : “Janganlah sekali kali seseorang diantara kalian menyenggamai istrinya ibarat seekor binatang bersenggama, tetapi harus ada pendahuluan diantara keduanya. ’ada yg bertanya” apakah kemajuan itu? “Beliau bersabda : ” Ciuman dan ucapan (romantis). “ (HR Abu Syaikh)

5. Berjimak dikala istri haid atau melalui dubur
Dari Ibnu Abbas, ia berkata : “‘Umar (Ibnu Khaththa) tiba kepada Rosulullah saw., Ia bertanya : ’ Ya rosullullah, saya telah binasa. ‘ Beliau bertanya : ‘apa yg mengakibatkan kau binasa? ’ Ia menjawab : ‘semalam saya telah membalik posisi istriku. ’akan tetapi beliau tidak menjawab sedikitpun, kemudian turun ke Rosulullah saw ayat. ’istri kalian ialah ladang bagi kalian, maka datangilah lading kalian dimana dan kapan saja kalian inginkan. ’ (Selanjutnya Beliau bersabda : ‘Datangilah dari depan atau belakang, tetapi jauhilah dubur dan dikala haid. ’ “ (HR Tarmidzi no. 2906)

6. Menuduh isteri berzina
“Dan orang orang yg menuduh istri mereka berzina, padahal mereka tidak memiliki saksi saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian satu orang dari meeka ialah bersumpah empat Kalli dengan nama Allah bahwa bekerjsama beliau ialah termasuk orang orang yg benar (dalam tuduhannya) (7) dan kelima kalinya (ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinya kalau ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta. “ (QS. An-Nuur (24) : 6-7)

7. Memukul dan Memburuk burukkan istri di hadapan orang lain
Dari mu’awiyah Al-Qusrayiri, ia berkata : “saya pernah tiba kepada Rosulullah saw. ‘ Ia berkata lagi : ‘saya kemudian bertanya : ’ Ya Rosulullah, apa saja yg engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? ‘Beliau bersabda : ’ … janganlah kalian memukul dan janganlah kalian memburuk burukkan mereka. ‘” (HR Abu Dawud no 1832) (ummi) 
Related Posts