Nih Cerita Nabi Hud Alaihissalam
Hari ini Kami ingin menyebarkan mengenai kisah nabi hud singkat,kisah nabi hud dan mukjizatnya
"Aad" ialah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat berjulukan "Al-Ahqaf" terletak di utara Hadramaut atr Yaman dan Umman dan termasuk suku yang tertua sesudak kaum Nabi Nuh serta populer dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar dan sasa. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehinggakan memudahkan mereka bercucuk tanam untuk bhn masakan mrk. dan memperindah tempat tinggal mereka dengan kebun-kebun bunga yang indah-indah. Berkat kurnia Tuhan itu mereka hidup menjadi makmur, sejahtera dan senang serta dalam waktu yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar diantara suku-suku yang hidup di sekelilingnya.
Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh kaum Hud ialah suku Aad ini ialah penghidupan rohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka membuat patung-patung yang diberi nama " Shamud" dan " Alhattar" dan itu yang disembah sebagai ilahi mereka yang berdasarkan kepercayaan mereka dpt memberi kebahagiaan, kebaikan dan laba serta sanggup menolak kejahatan, kerugian dan segala musibah. Ajaran dan agama Nabi Idris dan Nabi Nuh sudah tidak berbekas dalam hati, jiwa serta cara hidup mereka sehari-hari. Kenikmatan hidup yang mereka sedang karam di dalamnya berkat tanah yang subur dan menghasilkan yang melimpah ruah berdasarkan anggapan mereka ialah kurniaan dan kontribusi kedua berhala mereka yang mereka sembah. Karenanya mereka tidak putus-putus sujud kepada kedua berhala itu mensyukurinya sambil memohon perlindungannya dari segala ancaman dan mushibah berupa penyakit atau kekeringan.
Sebagai jawaban dan buah dari aqidah yang sesat itu pergaulan hidup mereka menjadi dikuasai oleh tuntutan dan pimpinan Iblis, di mana nilai-nilai moral dan moral tidak menjadi dasar penimbangan atau kelakuan dan tindak-tanduk seseorang tetapi kebendaan dan kekuatan lahiriahlah yang menonjol sehingga timbul kerusuhan dan tindakan diktatorial di dalam masyarakat di mana yang kuat menindas yang lemah yang besar memperkosa yang kecil dan yang berkuasa memeras yang di bawahnya. Sifat-sifat sombong, congkak, iri-hati, dengki, hasut dan benci-membenci yang didorong oleh hawa nafsu merajalela dan menguasai penghidupan mereka sehingga tidak memberi tempat kepada sifat-sifat belas kasihan, sayang menyayang, jujur, amanat dan rendah hati. Demikianlah citra masyarakat suku Aad tatkala Allah mengutuskan Nabi Hud sebagai nabi dan rasul kepada mereka.
Demikianlah maka kepada suku Aad yang telah dimabukkan oleh kesejahteraan hidup dan kenikmatan duniawi sehingga tidak mengenalkan Tuhannya yang mengurniakan itu semua. Di utuskan kepada mereka Nabi Hud seorang drp suku mereka sendiri dari keluarga yang terpandang dan kuat populer semenjak kecilnya dengan kelakuan yang baik budi pekerti yang luhur dan sgt bijaksana dalam pergaulan dengan kawan-kawannya.
Nabi Hud memulai dakwahnya dengan menarik perhatian kaumnya suku Aad kepada gejala wujudnya Allah yang berupa alam sekeliling mereka dan bahawa Allahlah yang mencipta mereka semua dan mengurniakan mereka dengan segala kenikmatan hidup yang berupa tanah yang subur, air yang mengalir serta tubuh-tubuhan yang tegak dan kuat. Dialah yang seharusnya mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka perbuat sendiri. Mereka sebagai insan ialah makhluk Tuhan paling mulia yang tidak sepatutnya merendahkan diri sujud menyembah batu-batu yang sewaktunya dpt mereka hancurkan sendiri dan memusnahkannya dari pandangan.
Di terangkan oleh Nabi Hud bahaw adia ialah pesuruh Allah yang diberi kiprah untuk membawa mereka ke jalan yang benar beriman kepada Allah yang membuat mereka menghidup dan mematikan mereka memberi rezeki atau mencabutnya drp mereka. Ia tidak mengharapkan upah dan menuntut balas jasa atas usahanya memimpin dan menuntut mereka ke jalan yang benar. Ia hanya menjalankan perintah Allah dan memperingatkan mereka bahawa kalau mrk tetap menutup indera pendengaran dan mata mrk menghadapi seruan dan dakwahnya mereka akan ditimpa azab dan dibinasakan oleh Allah sebagaimana terjadinya atas kaum Nuh yang mati binasa karam dalam air bah jawaban kecongkakan dan kesombongan mereka menolak aliran dan dakwah Nabi Nuh seraya bertahan pada pendirian dan kepercayaan mereka kepada berhala dan patung-patung yang mereka sembah dan puja itu.
Bagi kaum Aad seruan dan dakwah Nabi Hud itu merupakan barang yang tidak pernah mrk dengar ataupun menduga. Mereka melihat bahawa aliran yang dibawa oleh Nabi Hud itu akan mengubah sama sekali cara hidup mereka dan membongkar peraturan dan moral istiadat yang telah mereka kenal dan warisi dari nenek moyang mereka. Mereka tercengang dan merasa hairan bahawa seorang dari suku mereka sendiri telah berani berusaha merombak tatacara hidup mereka dan menggantikan agama dan kepercayaan mereka dengan sesuatu yang gres yang mereka tidak kenal dan tidak dpt dimengertikan dan diterima oleh logika fikiran mereka. Dengan serta-merta ditolaklah oleh mereka dakwah Nabi Hud itu dengan banyak sekali alasan dan tuduhan kosong terhadap diri dia serta ejekan-ejekan dan hinaan yang diterimanya dengan kepala hambar dan penuh kesabaran.
Berkatalah kaum Aad kepada Nabi Hud:"Wahai Hud! Ajaran dan agama apakah yang engkau hendak anjurkan kepada kami? Engkau ingin semoga kami meninggalkan persembahan kami kepada tuhan-tuhan kami yang berkuasa ini dan menyembah ilahi mu yang tidak dpt kami jangkau dengan pancaindera kami dan ilahi yang berdasarkan kata kau tidak bersekutu. Cara persembahan yang kami lakukan ini ialah yang telah kami warisi dari nenek moyang kami dan tidak sesekali kami tidak akan meninggalkannya bahkan sebaliknya engkaulah yang seharusnya kembali kepada hukum nenek moyangmu dan jgn mencederai kepercayaan dan agama mereka dengan memebawa suatu agama gres yang tidak kenal oleh mereka dan tentu tidak akan direstuinya."
Wahai kaumku! jawab Nabi Hud,Sesungguhnya Tuhan yang saya serukan ini kepada kau untuk menyembah-Nya walaupun kau tidak dpt menjangkau-Nya dengan pancainderamu namun kau dpt melihat dam mencicipi wujudnya dalam diri kau sendiri sebagai ciptaannya dan dalam alam semesta yang mengelilingimu beberapa langit dengan matahari bulan dan bintang-bintangnya bumi dengan gunung-ganangnya sungai tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang kesemuanya dpt bermanfaat bagi kau sebagai manusia. Dan menjadi kau dpt menikmati kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Tuhan itulah yang harus kau sembah dan menundukkan kepala kau kepada-Nya.Tuhan Yang Maha Esa tiada bersekutu tidak beranak dan diperanakan yang walaupun kau tidak dpt menjangkau-Nya dengan pancainderamu, Dia bersahabat drp kau mengetahui segala gerak-geri dan tingkah lakumu mengetahui isi hati mu denyut jantungmu dan jalan fikiranmu. Tuhan itulah yang harus disembah oleh insan dengan kepercayaan penuh kepada Keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya dan bukan patung-patung yang kau perbuat pahat dan ukir dengan tangan kau sendiri kemudian kau sembah sebagai ilahi padahal ia suatu barang yang pasif tidak sanggup berbuat sesuatu yang menguntungkan atau merugikan kamu. Alangkah bodohnya dan dangkalnya fikiranmu kalau kau tetap mempertahankan agamamu yang sesat itu dan menolak aliran dan agama yang telah diwahyukan kepadaku oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa itu."
Wahai Hud! jawab kaumnya,"Gerangan apakah yang menjadikan engkau berpandangan dan berfikiran lain drp yang sudah menjadi pegangan hidup kami semenjak dahulu kala dan menjadikan engkau meninggalkan agama nenek moyangmu sendiri bahkan sehingga engkau menghina dan merendahkan martabat tuhan-tuhan kami dan memperbodohkan kami dan menganggap kami bakir sempit dan berfikiran dangkal? Engkau mengaku bahwa engkau terpilih menjadi rasul pesuruh oleh Tuhanmu untuk membawa agama dan kepercayaan gres kepada kami dan mengajak kami keluar dari jalan yang sesat berdasarkan pengakuanmu ke jalan yang benar dan lurus. Kami merasa hairan dan tidak dpt mendapatkan oleh logika kami sendiri bahwa engkau telah dipilih menjadi pesuruh Tuhan. Apakah kelebihan kau di atas seseorang drp kami , engkau tidak lebih tidak kurang ialah seorang insan biasa ibarat kami hidup makan minum dan tidur tiada bedanya dengan kami, mengapa engkau yang dipilih oleh Tuhanmu? Sungguh engkau berdasarkan anggapan kami seorang pendusta besar atau mungkin engkau berfikiran tidak sihat terkena kutukan tuhan-tuhan kami yang selalu engkau eje hina dan cemuhkan."
Wahai kaumku! jawab Nabi Hud, "aku bukanlah seorang pendusta dan fikiran ku tetap waras dan sihat tidak krg sesuatu pun dan ketahuilah bahwa patung-patungmu yang kau pertuhankan itu tidak dpt mendatangkan sesuatu gangguan atau penyakit bagi bandaku atau fikiranku. Kamu kenal aku, semenjak usang saya hidup di tengah-tengah kau bahawa saya tidak pernah berdusta dan bercakap bohong dan sepanjang pergaulanku dengan kau tidak pernah terlihat pd diriku gejala ketidak wajaran perlakuanku atau gejala yang mencurigai kewarasan fikiranku dan kesempurnaan akalku. Aku ialah benar pesuruh Allah yang diberi amanat untuk memberikan wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang sudah tersesat kemasukan imbas aliran Iblis dan sudah jauh menyimpang dari jalan yang benar yang diajar oleh nabi-nabi yang terdahulu alasannya ialah Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya terlalu usang terlantar dalam kesesatan dan hidup dalam kegelapan tanpa diutuskan seorang rasul yang menuntun mereka ke jalan yang benar dan penghidupan yang diredhai-Nya. Maka percayalah kau kepada ku gunakanlah logika fikiran kau berimanlah dan bersujudlah kepada Allah Tuhan seru sekalian alam Tuhan yang membuat kau membuat langit dan bumi menurunkan hujan bagi menyuburkan tanah ladangmu, menumbuhkan tumbuh0tumbuhan bagi meneruskan hidupmu. Bersembahlah kepada-Nya dan mohonlah ampun atas segala perbuatan salah dan tindakan sesatmu, semoga Dia menambah rezekimu dan kemakmuran hidupmu dan terhindarlah kau dari azab dunia sebagaimana yang telah dialami oleh kaum Nuh dan kelak azab di akhirat. Ketahiulah bahawa kau akan dibangkitkan kembali kelak dari kubur kau dan dimintai bertanggungjawab atas segala perbuatan kau di dunia ini dan diberi ganjaran sesuai dengan amalanmu yang baik dan soleh mendpt ganjaran baik dan yang hina dan jelek akan diganjarkan dengan api neraka. Aku hanya menyampaikannya risalah Allah kepada kau dan dengan ini telah memperingati kau akan jawaban yang akan menimpa kepada dirimu kalau kau tetap mengingkari kebenaran dakwahku."
Kaum Aad menjawab: " Kami bertambah yakin dan tidak ragu lagi bahawa engkau telah mendpt kutukan tuhan-tuhan kami sehingga mengakibatkan fikiran kau kacau dan akalmu bermetamorfosis sinting. Engkau telah mengucapkan kata-kata yang tidak masuk logika bahwa kalau kami mengikuti agamamu, akan bertambah rezeki dan kemakmuran hidup kami dan bahawa kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami dan mendapatkan segala ganjaran atas segala amalan kami.Adakah mungkin kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami sehabis kami mati dan menjadi tulang-belulang. Dan apakah azab dan seksaan yang engkau selalu menakut-nakuti kami dan mengancamkannya kepada kami? Semua ini kami anggap kosong dan ancaman kosong belaka. Ketahuilah bahwa kami tidak akan mengalah kepadamu dan mengikuti ajaranmu alasannya ialah bayangan azab dan seksa yang engkau bayang-bayangkannya kepada kami bahkan kami menentang kepadamu datangkanlah apa yang engkau janjikan dan ancamkan itu kalau engkau betul-betul benar dalam kata-katamu dan bukan seorang pendusta."
Baiklah! jawab Nabi Hud," Jika kau mencurigai kebenaran kata-kataku dan tetap berkeras kepala tidak menghiraukan dakwahku dan meninggalkan persembahanmu kepada berhala-berhala itu maka tunggulah ketika tibanya pembalasan Tuhan di mana kau tidak akan dpt melepaskan diri dari bencananya. Allah menjadi saksiku bahwa saya telah memberikan risalah-Nya dengan sepenuh tenagaku kepada mu dan akan tetap berusaha sepanjang hayat kandung bandaku memberi penerangan dan tuntunan kepada jalan yang baik yang telah digariskan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya."
Tentangan mrk terhadap akad Allah yang diwahyukan kepada Nabi Hud segera menerima jawapan dengan dtgnya pembalasan tahap kedua yang dimulai dengan terlihatnya gumpalan awan dan mega hitam yang tebal di atas mereka yang disambutnya dengan sorak-sorai gembira, alasannya ialah dikiranya bahwa hujan akan segera turun membasahi ladang-ladang dan menyirami kebun-kebun mereka yang sedang mengalami kekeringan.
Melihat perilaku kaum Aad yang sedang bersuka ria itu berkatalah Nabi Hud dengan nada mengejek: "Mega hitam itu bukanlah mega hitam dan awam rahmat bagi kau tetapi mega yang akan membawa kehancuran kau sebagai pembalasan Allah yang telah ku janjikan dan kau ternanti-nanti untuk menandakan kebenaran kata-kataku yang selalu kau sangkal dan kau dusta.
Sejurus kemudian menjadi kenyataanlah apa yang diramalkan oleh Nabi Hud itu bahawa bukan hujan yang turun dari awan yang tebal itu tetapi angin taufan yang dahsyat dan kencang disertai suara gemuruh yang mencemaskan yang telah merusakkan bangunan-bangunan rumah dari dasarnya membawa berterbangan semua perabot-perabot dan milik harta benda dan melempar jauh binatang-binatang ternak. Keadaan kaum Aad menjadi panik mereka berlari kesana sini hilir pulang kampung mencari proteksi .Suami tidak tahu di mana isterinya berada dan ibu juga kehilangan anaknya sedang rumah-rumah menjadi sama rata dengan tanah. Bencana angin taufan itu berlangsung selama lapan hari tujuh malam sehingga sempat menyampuh higienis kaum Aad yang congkak itu dan menamatkan riwayatnya dalam keadaan yang menyedihkan itu untuk menjadi pengajaran dan ibrah bagi umat-umat yang akan datang.
Adapun Nabi Hud dan para sahabatnya yang beriman telah menerima proteksi Allah dari tragedi yang menimpa kaumnya yang kacau bilau dan hening seraya melihat keadaan kaumnya yang kacau bilau mendengar gemuruhnya angin dan suara pohon-pohon dan bangunan-bangunan yang berjatuhan serta teriakan dan tangisan orang yang meminta tolong dan mohon perlindungan.
Setelah keadaan cuaca kembali hening dan tanah " Al-Ahqaf " sudah menjadi sunyi senyap dari kaum Aad pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya berhijrah ke Hadramaut, di mana ia tinggal menghabiskan sisa hidupnya hingga ia wafat dan dimakamkan di sana dimana hingga kini makamnya yang terletak di atas sebuah bukit di suatu tempat lebih kurang 50 km dari kota Siwun dikunjungi para penziarah yang tiba beramai-ramai dari sekitar tempat itu, terutamanya dan bulan Syaaban pada setiap tahun.
Nabi Hud tidak murka dan tidak gusar ketika kaumnya mengejek dengan menuduhnya telah menjadi aneh dan sinting. Ia dengan lemah lembut menolak tuduhan dan ajukan itu dengan hanya mengata:"Aku tidak aneh dan bahawa tuhan-tuhanmu yang kau sembah tidak sanggup menggangguku atau mengganggu fikiranku sedikit pun tetapi saya ini ialah rasul pesuruh Allah kepadamu dan betul-betul saya ialah seorang penasihat yang jujur bagimu menghendaki kebaikanmu dan kesejahteraan hidupmu dan semoga kau terhindar dan selamat dari azab dan seksaan Allah di dunia mahupun di akhirat."
Dalam berdialog dengan kaumnya.Nabi Hud selalu berusaha mengetok hati nurani mereka dan mengajak mereka berfikir secara rasional, memakai logika dan fikiran yang sihat dengan memperlihatkan bukti-bukti yang sanggup diterima oleh logika mereka perihal kebenaran dakwahnya dan kesesatan jalan mereka namun hidayah iu ialah dari Allah, Dia akan memberinya kepada siapa yang Dia kehendakinya.
kisah nabi hud as,sejarah nabi hud dari lahir hingga wafat,silsilah nabi hud,kisah teladan nabi hud,semoga bermanfaat untuk pembaca semua
"Aad" ialah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat berjulukan "Al-Ahqaf" terletak di utara Hadramaut atr Yaman dan Umman dan termasuk suku yang tertua sesudak kaum Nabi Nuh serta populer dengan kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yang besar dan sasa. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir dari segala penjuru sehinggakan memudahkan mereka bercucuk tanam untuk bhn masakan mrk. dan memperindah tempat tinggal mereka dengan kebun-kebun bunga yang indah-indah. Berkat kurnia Tuhan itu mereka hidup menjadi makmur, sejahtera dan senang serta dalam waktu yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar diantara suku-suku yang hidup di sekelilingnya.
Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh kaum Hud ialah suku Aad ini ialah penghidupan rohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka membuat patung-patung yang diberi nama " Shamud" dan " Alhattar" dan itu yang disembah sebagai ilahi mereka yang berdasarkan kepercayaan mereka dpt memberi kebahagiaan, kebaikan dan laba serta sanggup menolak kejahatan, kerugian dan segala musibah. Ajaran dan agama Nabi Idris dan Nabi Nuh sudah tidak berbekas dalam hati, jiwa serta cara hidup mereka sehari-hari. Kenikmatan hidup yang mereka sedang karam di dalamnya berkat tanah yang subur dan menghasilkan yang melimpah ruah berdasarkan anggapan mereka ialah kurniaan dan kontribusi kedua berhala mereka yang mereka sembah. Karenanya mereka tidak putus-putus sujud kepada kedua berhala itu mensyukurinya sambil memohon perlindungannya dari segala ancaman dan mushibah berupa penyakit atau kekeringan.
Sebagai jawaban dan buah dari aqidah yang sesat itu pergaulan hidup mereka menjadi dikuasai oleh tuntutan dan pimpinan Iblis, di mana nilai-nilai moral dan moral tidak menjadi dasar penimbangan atau kelakuan dan tindak-tanduk seseorang tetapi kebendaan dan kekuatan lahiriahlah yang menonjol sehingga timbul kerusuhan dan tindakan diktatorial di dalam masyarakat di mana yang kuat menindas yang lemah yang besar memperkosa yang kecil dan yang berkuasa memeras yang di bawahnya. Sifat-sifat sombong, congkak, iri-hati, dengki, hasut dan benci-membenci yang didorong oleh hawa nafsu merajalela dan menguasai penghidupan mereka sehingga tidak memberi tempat kepada sifat-sifat belas kasihan, sayang menyayang, jujur, amanat dan rendah hati. Demikianlah citra masyarakat suku Aad tatkala Allah mengutuskan Nabi Hud sebagai nabi dan rasul kepada mereka.
Nabi Hud Berdakwah Di Tengah-tengah Sukunya
Sudah menjadi sunnah Allah semenjak diturunkannya Adam Ke bumi bahawa dari masa ke semasa kalau hamba-hamba-Nya sudah berada dalam kehidupan yang sesat sudah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh Nabi-nabi-Nya diutuslah seorang Nabi atau Rasul yang bertugas untuk menyegarkan kembali ajaran-ajaran nabi-nabi yang sebelumnya mengembalikan masyarakat yang sudah tersesat ke jalanlurus dan benar dan mencuci higienis jiwa manusiadari segala tahayul dan syirik menggantinya dan mengisinya dengan keyakinan tauhid dan aqidah yang sesuia dengan fitrah.Demikianlah maka kepada suku Aad yang telah dimabukkan oleh kesejahteraan hidup dan kenikmatan duniawi sehingga tidak mengenalkan Tuhannya yang mengurniakan itu semua. Di utuskan kepada mereka Nabi Hud seorang drp suku mereka sendiri dari keluarga yang terpandang dan kuat populer semenjak kecilnya dengan kelakuan yang baik budi pekerti yang luhur dan sgt bijaksana dalam pergaulan dengan kawan-kawannya.
Nabi Hud memulai dakwahnya dengan menarik perhatian kaumnya suku Aad kepada gejala wujudnya Allah yang berupa alam sekeliling mereka dan bahawa Allahlah yang mencipta mereka semua dan mengurniakan mereka dengan segala kenikmatan hidup yang berupa tanah yang subur, air yang mengalir serta tubuh-tubuhan yang tegak dan kuat. Dialah yang seharusnya mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka perbuat sendiri. Mereka sebagai insan ialah makhluk Tuhan paling mulia yang tidak sepatutnya merendahkan diri sujud menyembah batu-batu yang sewaktunya dpt mereka hancurkan sendiri dan memusnahkannya dari pandangan.
Di terangkan oleh Nabi Hud bahaw adia ialah pesuruh Allah yang diberi kiprah untuk membawa mereka ke jalan yang benar beriman kepada Allah yang membuat mereka menghidup dan mematikan mereka memberi rezeki atau mencabutnya drp mereka. Ia tidak mengharapkan upah dan menuntut balas jasa atas usahanya memimpin dan menuntut mereka ke jalan yang benar. Ia hanya menjalankan perintah Allah dan memperingatkan mereka bahawa kalau mrk tetap menutup indera pendengaran dan mata mrk menghadapi seruan dan dakwahnya mereka akan ditimpa azab dan dibinasakan oleh Allah sebagaimana terjadinya atas kaum Nuh yang mati binasa karam dalam air bah jawaban kecongkakan dan kesombongan mereka menolak aliran dan dakwah Nabi Nuh seraya bertahan pada pendirian dan kepercayaan mereka kepada berhala dan patung-patung yang mereka sembah dan puja itu.
Bagi kaum Aad seruan dan dakwah Nabi Hud itu merupakan barang yang tidak pernah mrk dengar ataupun menduga. Mereka melihat bahawa aliran yang dibawa oleh Nabi Hud itu akan mengubah sama sekali cara hidup mereka dan membongkar peraturan dan moral istiadat yang telah mereka kenal dan warisi dari nenek moyang mereka. Mereka tercengang dan merasa hairan bahawa seorang dari suku mereka sendiri telah berani berusaha merombak tatacara hidup mereka dan menggantikan agama dan kepercayaan mereka dengan sesuatu yang gres yang mereka tidak kenal dan tidak dpt dimengertikan dan diterima oleh logika fikiran mereka. Dengan serta-merta ditolaklah oleh mereka dakwah Nabi Hud itu dengan banyak sekali alasan dan tuduhan kosong terhadap diri dia serta ejekan-ejekan dan hinaan yang diterimanya dengan kepala hambar dan penuh kesabaran.
Berkatalah kaum Aad kepada Nabi Hud:"Wahai Hud! Ajaran dan agama apakah yang engkau hendak anjurkan kepada kami? Engkau ingin semoga kami meninggalkan persembahan kami kepada tuhan-tuhan kami yang berkuasa ini dan menyembah ilahi mu yang tidak dpt kami jangkau dengan pancaindera kami dan ilahi yang berdasarkan kata kau tidak bersekutu. Cara persembahan yang kami lakukan ini ialah yang telah kami warisi dari nenek moyang kami dan tidak sesekali kami tidak akan meninggalkannya bahkan sebaliknya engkaulah yang seharusnya kembali kepada hukum nenek moyangmu dan jgn mencederai kepercayaan dan agama mereka dengan memebawa suatu agama gres yang tidak kenal oleh mereka dan tentu tidak akan direstuinya."
Wahai kaumku! jawab Nabi Hud,Sesungguhnya Tuhan yang saya serukan ini kepada kau untuk menyembah-Nya walaupun kau tidak dpt menjangkau-Nya dengan pancainderamu namun kau dpt melihat dam mencicipi wujudnya dalam diri kau sendiri sebagai ciptaannya dan dalam alam semesta yang mengelilingimu beberapa langit dengan matahari bulan dan bintang-bintangnya bumi dengan gunung-ganangnya sungai tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang kesemuanya dpt bermanfaat bagi kau sebagai manusia. Dan menjadi kau dpt menikmati kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Tuhan itulah yang harus kau sembah dan menundukkan kepala kau kepada-Nya.Tuhan Yang Maha Esa tiada bersekutu tidak beranak dan diperanakan yang walaupun kau tidak dpt menjangkau-Nya dengan pancainderamu, Dia bersahabat drp kau mengetahui segala gerak-geri dan tingkah lakumu mengetahui isi hati mu denyut jantungmu dan jalan fikiranmu. Tuhan itulah yang harus disembah oleh insan dengan kepercayaan penuh kepada Keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya dan bukan patung-patung yang kau perbuat pahat dan ukir dengan tangan kau sendiri kemudian kau sembah sebagai ilahi padahal ia suatu barang yang pasif tidak sanggup berbuat sesuatu yang menguntungkan atau merugikan kamu. Alangkah bodohnya dan dangkalnya fikiranmu kalau kau tetap mempertahankan agamamu yang sesat itu dan menolak aliran dan agama yang telah diwahyukan kepadaku oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa itu."
Wahai Hud! jawab kaumnya,"Gerangan apakah yang menjadikan engkau berpandangan dan berfikiran lain drp yang sudah menjadi pegangan hidup kami semenjak dahulu kala dan menjadikan engkau meninggalkan agama nenek moyangmu sendiri bahkan sehingga engkau menghina dan merendahkan martabat tuhan-tuhan kami dan memperbodohkan kami dan menganggap kami bakir sempit dan berfikiran dangkal? Engkau mengaku bahwa engkau terpilih menjadi rasul pesuruh oleh Tuhanmu untuk membawa agama dan kepercayaan gres kepada kami dan mengajak kami keluar dari jalan yang sesat berdasarkan pengakuanmu ke jalan yang benar dan lurus. Kami merasa hairan dan tidak dpt mendapatkan oleh logika kami sendiri bahwa engkau telah dipilih menjadi pesuruh Tuhan. Apakah kelebihan kau di atas seseorang drp kami , engkau tidak lebih tidak kurang ialah seorang insan biasa ibarat kami hidup makan minum dan tidur tiada bedanya dengan kami, mengapa engkau yang dipilih oleh Tuhanmu? Sungguh engkau berdasarkan anggapan kami seorang pendusta besar atau mungkin engkau berfikiran tidak sihat terkena kutukan tuhan-tuhan kami yang selalu engkau eje hina dan cemuhkan."
Wahai kaumku! jawab Nabi Hud, "aku bukanlah seorang pendusta dan fikiran ku tetap waras dan sihat tidak krg sesuatu pun dan ketahuilah bahwa patung-patungmu yang kau pertuhankan itu tidak dpt mendatangkan sesuatu gangguan atau penyakit bagi bandaku atau fikiranku. Kamu kenal aku, semenjak usang saya hidup di tengah-tengah kau bahawa saya tidak pernah berdusta dan bercakap bohong dan sepanjang pergaulanku dengan kau tidak pernah terlihat pd diriku gejala ketidak wajaran perlakuanku atau gejala yang mencurigai kewarasan fikiranku dan kesempurnaan akalku. Aku ialah benar pesuruh Allah yang diberi amanat untuk memberikan wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang sudah tersesat kemasukan imbas aliran Iblis dan sudah jauh menyimpang dari jalan yang benar yang diajar oleh nabi-nabi yang terdahulu alasannya ialah Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya terlalu usang terlantar dalam kesesatan dan hidup dalam kegelapan tanpa diutuskan seorang rasul yang menuntun mereka ke jalan yang benar dan penghidupan yang diredhai-Nya. Maka percayalah kau kepada ku gunakanlah logika fikiran kau berimanlah dan bersujudlah kepada Allah Tuhan seru sekalian alam Tuhan yang membuat kau membuat langit dan bumi menurunkan hujan bagi menyuburkan tanah ladangmu, menumbuhkan tumbuh0tumbuhan bagi meneruskan hidupmu. Bersembahlah kepada-Nya dan mohonlah ampun atas segala perbuatan salah dan tindakan sesatmu, semoga Dia menambah rezekimu dan kemakmuran hidupmu dan terhindarlah kau dari azab dunia sebagaimana yang telah dialami oleh kaum Nuh dan kelak azab di akhirat. Ketahiulah bahawa kau akan dibangkitkan kembali kelak dari kubur kau dan dimintai bertanggungjawab atas segala perbuatan kau di dunia ini dan diberi ganjaran sesuai dengan amalanmu yang baik dan soleh mendpt ganjaran baik dan yang hina dan jelek akan diganjarkan dengan api neraka. Aku hanya menyampaikannya risalah Allah kepada kau dan dengan ini telah memperingati kau akan jawaban yang akan menimpa kepada dirimu kalau kau tetap mengingkari kebenaran dakwahku."
Kaum Aad menjawab: " Kami bertambah yakin dan tidak ragu lagi bahawa engkau telah mendpt kutukan tuhan-tuhan kami sehingga mengakibatkan fikiran kau kacau dan akalmu bermetamorfosis sinting. Engkau telah mengucapkan kata-kata yang tidak masuk logika bahwa kalau kami mengikuti agamamu, akan bertambah rezeki dan kemakmuran hidup kami dan bahawa kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami dan mendapatkan segala ganjaran atas segala amalan kami.Adakah mungkin kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami sehabis kami mati dan menjadi tulang-belulang. Dan apakah azab dan seksaan yang engkau selalu menakut-nakuti kami dan mengancamkannya kepada kami? Semua ini kami anggap kosong dan ancaman kosong belaka. Ketahuilah bahwa kami tidak akan mengalah kepadamu dan mengikuti ajaranmu alasannya ialah bayangan azab dan seksa yang engkau bayang-bayangkannya kepada kami bahkan kami menentang kepadamu datangkanlah apa yang engkau janjikan dan ancamkan itu kalau engkau betul-betul benar dalam kata-katamu dan bukan seorang pendusta."
Baiklah! jawab Nabi Hud," Jika kau mencurigai kebenaran kata-kataku dan tetap berkeras kepala tidak menghiraukan dakwahku dan meninggalkan persembahanmu kepada berhala-berhala itu maka tunggulah ketika tibanya pembalasan Tuhan di mana kau tidak akan dpt melepaskan diri dari bencananya. Allah menjadi saksiku bahwa saya telah memberikan risalah-Nya dengan sepenuh tenagaku kepada mu dan akan tetap berusaha sepanjang hayat kandung bandaku memberi penerangan dan tuntunan kepada jalan yang baik yang telah digariskan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya."
Pembalasan Allah Atas Kaum Aad
Pembalasan Tuhan terhadap kaum Aad yang kafir dan tetap membangkang itu diturunkan dalam dua perinkat.Tahap pertama berupa kekeringan yang melanda ladang-ladang dan kebun-kebun mrk, sehingga menjadikan kecemasan dan kegelisahan, kalau-kalau mereka tidak memperolehi hasil dari ladang-ladang dan kebun-kebunnya ibarat biasanya.Dalam keadaan demikian Nabi Hud masih berusaha meyakinkan mereka bahawa kekeringan itu ialah suatu permulaan seksaan dari Allah yang dijanjikan dan bahwa Allah masih lagi memberi kesempatan kepada mereka untuk sedar akan kesesatan dan kekafiran mrk dan kembali beriman kepada Allah dengan meninggalkan persembahan mrk yang bathil kemudian bertaubat dan memohon ampun kepada Allah semoga segera hujan turun kembali dengan lebatnya dan terhindar mrk dari ancaman kelaparan yang mengancam. Akan tetapi mereka tetap belum mahu percaya dan menganggap akad Nabi Hud itu ialah akad kosong belaka. Mereka bahkan pergi menghadap berhala-berhala mereka memohon proteksi ari tragedi alam yang mereka hadapi.Tentangan mrk terhadap akad Allah yang diwahyukan kepada Nabi Hud segera menerima jawapan dengan dtgnya pembalasan tahap kedua yang dimulai dengan terlihatnya gumpalan awan dan mega hitam yang tebal di atas mereka yang disambutnya dengan sorak-sorai gembira, alasannya ialah dikiranya bahwa hujan akan segera turun membasahi ladang-ladang dan menyirami kebun-kebun mereka yang sedang mengalami kekeringan.
Melihat perilaku kaum Aad yang sedang bersuka ria itu berkatalah Nabi Hud dengan nada mengejek: "Mega hitam itu bukanlah mega hitam dan awam rahmat bagi kau tetapi mega yang akan membawa kehancuran kau sebagai pembalasan Allah yang telah ku janjikan dan kau ternanti-nanti untuk menandakan kebenaran kata-kataku yang selalu kau sangkal dan kau dusta.
Sejurus kemudian menjadi kenyataanlah apa yang diramalkan oleh Nabi Hud itu bahawa bukan hujan yang turun dari awan yang tebal itu tetapi angin taufan yang dahsyat dan kencang disertai suara gemuruh yang mencemaskan yang telah merusakkan bangunan-bangunan rumah dari dasarnya membawa berterbangan semua perabot-perabot dan milik harta benda dan melempar jauh binatang-binatang ternak. Keadaan kaum Aad menjadi panik mereka berlari kesana sini hilir pulang kampung mencari proteksi .Suami tidak tahu di mana isterinya berada dan ibu juga kehilangan anaknya sedang rumah-rumah menjadi sama rata dengan tanah. Bencana angin taufan itu berlangsung selama lapan hari tujuh malam sehingga sempat menyampuh higienis kaum Aad yang congkak itu dan menamatkan riwayatnya dalam keadaan yang menyedihkan itu untuk menjadi pengajaran dan ibrah bagi umat-umat yang akan datang.
Adapun Nabi Hud dan para sahabatnya yang beriman telah menerima proteksi Allah dari tragedi yang menimpa kaumnya yang kacau bilau dan hening seraya melihat keadaan kaumnya yang kacau bilau mendengar gemuruhnya angin dan suara pohon-pohon dan bangunan-bangunan yang berjatuhan serta teriakan dan tangisan orang yang meminta tolong dan mohon perlindungan.
Setelah keadaan cuaca kembali hening dan tanah " Al-Ahqaf " sudah menjadi sunyi senyap dari kaum Aad pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya berhijrah ke Hadramaut, di mana ia tinggal menghabiskan sisa hidupnya hingga ia wafat dan dimakamkan di sana dimana hingga kini makamnya yang terletak di atas sebuah bukit di suatu tempat lebih kurang 50 km dari kota Siwun dikunjungi para penziarah yang tiba beramai-ramai dari sekitar tempat itu, terutamanya dan bulan Syaaban pada setiap tahun.
Kisah Nabi Hud Dalam Al-Quran
Kisah Nabi Hud diceritakan oleh 68 ayat dalam 10 surah di antaranya surah Hud, ayat 50 hingga 60 , surah " Al-Mukminun " ayat 31 sehingga ayat 41 , surah " Al-Ahqaaf " ayat 21 sehingga ayat 26 dan surah " Al-Haaqqah " ayat 6 ,7 dan 8.Pengajaran Dari Kisah Nabi Hud A.S.
Nabi Hud telah memberi teladan dan sistem yang baik yang patut ditiru dan diikuti oleh juru dakwah dan mahir penerangan agama.Beliau menghadapi kaumnya yang sombong dan keras kepala itu dengan penuh kesabaran, ketabahan dan kelapangan dada. Ia tidak sesekali membalas ajukan dan kata-kata agresif mereka dengan serupa tetapi menolaknya dengan kata-kata yang halus yang memperlihatkan bahawa dia sanggup menguasai emosinya dan tidak hingga kehilangan logika atau kesabaran.Nabi Hud tidak murka dan tidak gusar ketika kaumnya mengejek dengan menuduhnya telah menjadi aneh dan sinting. Ia dengan lemah lembut menolak tuduhan dan ajukan itu dengan hanya mengata:"Aku tidak aneh dan bahawa tuhan-tuhanmu yang kau sembah tidak sanggup menggangguku atau mengganggu fikiranku sedikit pun tetapi saya ini ialah rasul pesuruh Allah kepadamu dan betul-betul saya ialah seorang penasihat yang jujur bagimu menghendaki kebaikanmu dan kesejahteraan hidupmu dan semoga kau terhindar dan selamat dari azab dan seksaan Allah di dunia mahupun di akhirat."
Dalam berdialog dengan kaumnya.Nabi Hud selalu berusaha mengetok hati nurani mereka dan mengajak mereka berfikir secara rasional, memakai logika dan fikiran yang sihat dengan memperlihatkan bukti-bukti yang sanggup diterima oleh logika mereka perihal kebenaran dakwahnya dan kesesatan jalan mereka namun hidayah iu ialah dari Allah, Dia akan memberinya kepada siapa yang Dia kehendakinya.
Related Posts
