Nih Dongeng Nabi Iilyas-Ilyasa-Yunus

19. Nabi Ilyas Alaihissalam

Nabi Ilyas Alaihissalam yaitu keturunan ke-4 dari Nabi Harun Alaihissalam. Ia diutus oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada kaumnya, Bani Israil, yang menyembah patung berhala berjulukan Ba’al. Berulang kali Nabi Ilyas Alaihissalam memperingatkan kaumnya, namun mereka tetap durhaka.

Karena itulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan tragedi alam kekeringan selama bertahun-tahun, sehingga mereka gres tersadar bahwa permintaan Nabi Ilyas Alaihissalam itu benar. Setelah kaumnya tersadar, Nabi Ilyas Alaihissalam berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semoga tragedi alam kekeringan itu dihentikan. Namun sehabis tragedi alam itu berhenti, dan perekonomian mereka memulih, mereka kembali durhaka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Akhirnya kaum Nabi Ilyas Alaihissalam kembali ditimpa tragedi alam yang lebih berat daripada sebelumnya, yaitu gempa bumi yang dahsyat sehingga mereka mati bergelimpangan.

–ooOoo—

20. Nabi Ilyasa Alaihissalam

Setelah Nabi Ilyas Alaihissalam meninggal dunia, ia digantikan oleh anak angkatnya yang berjulukan Ilyasa. Nabi Ilyasa Alaihissalam melanjutkan misi ayah angkatnya dan kaumnya kembali taat kepadanya. Selama masa kepemimpinan Nabi Ilyasa ini kaum Bani Israil hidup rukun, tentram, makmur, alasannya berbakti dan bertakwa kepada Allah. Akan tetapi sehabis ia wafat, kaumnya kembali durhaka. Akhirnya kaumnya dilanda kesengsaraan, dan pada saat-saat menyerupai itu lahirlah Nabi Yunus Alaihissalam.

–ooOoo—

21. Nabi Yunus Alaihissalam

Nabi Yunus bin Mata diutus oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menghadapi penduduk Ninawa, suatu kaum yang keras kepala, penyembah berhala, dan suka melaksanakan kejahatan. Berulang kali Nabi Yunus Alaihissalam memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau berubah, apalagi alasannya Nabi Yunus Alaihissalam bukan dari kaum mereka. Hanya ada 2 orang yang bersedia menjadi pengikutnya, yaitu Rubil dan Tanuh. Rubil yaitu seorang yang alim bijaksana, sedang Tanuh yaitu seorang yang hening dan sederhana.

Nabi Yunus Alaihissalam meninggalkan kaumnya

Karena tak menerima sambutan yang baik dari penduduk Ninawa, Nabi Yunus memberi ultimatum pada kaumnya, jikalau dalam tempo 30 hari mereka tidak mau insyaf, tidak bertaubat kepada Allah, maka akan diturunkan siksa. Akan tetapi Allah mencela batas waktu yang ditetapkan Nabi Yunus, dan memerintahnya untuk menambahnya menjadi 40 hari. Nabi Yunus pun menuruti perintah Allah, dan mengabarkan pada kaumnya bahwa batas waktu mereka diubah menjadi 40 hari. Tetapi rupanya kaumnya tidak menggubris batas waktu tenggang itu. Mereka malah menantang dan berani menunggu datangnya siksa itu.

Karena kesal, Nabi Yunus kemudian pergi meninggalkan penduduk Ninawa menuju suatu tempat. Sepeninggal Nabi Yunus Alaihissalam, sehabis 40 hari tiba-tiba muncullah awan gelap di pagi hari, semakin siang mereka melihat cahaya merah menyerupai api hendak turun dari langit. Mereka sangat ketakutan. Berbondong-bondong mereka mencari Nabi Yunus, tapi tak ada seorang pun yang tau dimana keberadaannya.

Mereka kemudian bertobat dan berdoa dengan khusyu kepada Allah. Semua orang, baik pria maupun perempuan, tak ketinggalan juga belum dewasa saling menangis dan mengembalikan barang-barang rampasan kepada pemiliknya. Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mendapatkan taubat mereka, dan mencabut kembali azab-Nya.

Nabi Yunus Alaihissalam dalam perut ikan

Setelah meninggalkan kaum Ninawa, Nabi Yunus Alaihissalam tiba di suatu daerah di pinggir laut. Disana ia menjumpai sejumlah orang yang bergegas naik perahu. Nabi Yunus meminta izin pada mereka semoga diperbolehkan ikut, dan mereka mengizinkannya. Namun ketika berada di tengah maritim tiba-tiba tornado menerjang. Sang Nahkoda meminta salah satu dari penumpang untuk turun semoga yang lain terselamatkan. Setelah diundi berkali-kali, selalu nama Nabi Yunus Alaihissalam yang keluar, sehingga ia pun pasrah. Ia menganggap bahwa itu sudah kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan ia pun terjun ke laut.

 Nabi Ilyas Alaihissalam yaitu keturunan ke Nih KISAH NABI Iilyas-Ilyasa-Yunus

Begitu melompat ke laut, tiba-tiba seekor ikan besar menelannya dan membawanya ke pantai. Di dalam perut ikan itu Nabi Yunus menyadari kesalahannya telah meninggalkan kaumnya. Ia pun berdoa dan bertaubat kepada Allah memohon ampunannya. Atas kesungguhan doanya, maka sesampainya di pantai, Nabi Yunus dikeluarkan kembali dari perut ikan dalam keadaan sakit dan lemah. Setelah Allah mengembalikan kesehatan dan kekuatannya, Nabi Yunus Alaihissalam menerima wahyu semoga kembali ke Ninawa untuk membina kaumnya yang sudah sadar itu.

Kisah Nabi Yunus Alaihissalam terdapat di Al Qur’an dalam surat Yûnus: 98, As-Saffât: 139-148, dan Al-Anbiyâ: 87-88.

0 Response to "Nih Dongeng Nabi Iilyas-Ilyasa-Yunus"

Posting Komentar