Nih Marah Dalam Luka

Murka? Astaghfirullahalazim ... bunyi yang sangat menakutkan. Memang, kita ingin dijauhkan dari meningkatkan emosi dari siapa pun, apakah ibu kita sendiri, sesama Muslim kita, lebih dari orang yang membuat zat terbaik kita, yaitu Al-Khaliq, Allah SWT.

Itu tidak mengorbankan kita untuk mengampuni dan bertobat darinya bahkan bila kita terdistorsi atau terdistorsi di jalan yang salah, jalan amoral, cara-cara licik Setan dan seterusnya.

Kami hanya menyadari kesalahan dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya dan bila masih keberatan untuk bertobat, maka bibir malas dengan beristighfar "Astaghfirullahalazim" sehabis shalat,

menjadikannya sebagai dzikir wajib kami sehabis shalat alasannya laki-laki itu tidak pernah melewatkan kesalahan.


Alam yang indah alasannya panoramanya, lelaki manis alasannya moralitasnya.

Moralitas? Ya, aksara moral dari hati dan hati yang baik berasal dari amal dan ibadah kita.

Hati yang cerah membuat kita lebih gampang untuk mendapatkan pengetahuan, teguran dan saran orang lain dengan baik, tetapi bila itu gelap, maka itu membutakan segalanya meskipun ada ukuran partikel yang baik.

Rasullah s.a.w berkata, "Bahwa dalam setiap insan ada gumpalan daging, ketika itu baik maka baik dari semua perbuatannya, dan ketika itu rusak maka semua perbuatannya rusak. Bongkahan daging yaitu jantung. "(Hadis Sejarah Iman Al-Bukhari)

Hati yaitu daerah kita menyimpan semua suka dan duka. Tempat di mana kita menahan semua perasaan yang diabaikan.

Apapun hati juga menyerupai aurat, menyerupai ungkapan biasa "dari mata ke hati".

Ya Allah! membuat hati kami menjadi daerah bimbingan indah Anda.

Namun, kadang kala hati terabaikan oleh kekerabatan antara cinta antara Adam dan Hawa, alasannya Kumbang bertemu Si Bunga atau The Young bertemu tulang iga kirinya.

Ya Allah ... apakah perasaan ini mendapatkan RedhaMu? Insya Allah bila fondasinya benar dan halal.

Tidak mengherankan bahwa ketika tiba ke sekolah cinta yang disebut "Love Monkey", istilah "pasangan Islam" juga muncul dalam pikiran.

Jika memungkinkan, seorang laki-laki dan seorang perempuan akan tanpa batas kecuali akan ada 'yang ketiga', siapa itu?

Itu iblis laknatullah ... Musuh yang bekerjsama untukmu. Seperti yang disebutkan dalam Surah Al-Baqarah.

Allah SWT mengatakan, "Hai kau yang percaya! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan dan jangan mengikuti langkah iblis. Iblis yaitu musuh yang kasatmata bagi Anda. "(QS Al-Baqarah, Verse 208)

Batas asosiasi tidak sepele dan harus selalu diamati terutama antara Si Teruna dan Si Dara.

"Pencemaran nama baik terjadi tanpa disadari, hasilnya kita sengsara".

Berkat hidup tiba ketika kita mematuhi Dia dan menjauhkan diri dari semua larangan-Nya.

Bagaimana Ar Rahman ingin memenuhi tuntutan kami sementara kepercayaannya diambil.

Namun, yakinlah bahwa tidak ada yang sanggup menghentikan kita untuk kembali kepada-Nya meskipun itu sebanyak gelembung di lautan untuk sebagian besar pengampunan Tuhan dari S.W.T.

Allah SWT mengatakan, "Katakan: Wahai hambaku yang melampaui batas ! Jangan frustasi akan rahmat Allah, Allah mengampuni semua dosa. Dia yaitu Sang Pengampun, Maha Penyayang. "(QS. Az-Zumar, Ayat 53)

Jika Anda benar-benar menginginkan kekerabatan yang halal, koreksi niat Anda dan tetap berpegang pada Qada 'dan Qadar Allah S.W.T.

Jangan memberi keinginan alasannya keinginan terbaik yaitu proteksi dari Tuhan.

Berdoalah alasannya doa itu tercatat di nirwana untuk selama-lamanya. Peristiwa Nabi Yusof menolak godaan Zulaikha hingga ia difitnah dan bersedia dipenjarakan alasannya takut akan eksekusi Allah atas S.W.T, tetapi rahmat Allah atas seruan Zulaikha memungkinkan ijab kabul di antara mereka terjadi.

Tidak hanya itu, Zulaikha kembali bertobat dan sering mengolok-olok Tuhan lebih dari cintanya kepada Yusuf A. yang sebelumnya.

Karena itu, yakinlah bahwa Tuhan yaitu cinta terbesar Anda.

Ada perubahan di mana Pria menyatakan kontrak ijab kabul pada ketika Wanita itu berjuang dengan penyakitnya.

Perbuatan itu dilakukan atas dasar kasih yang nrimo dan demi penebusan Allah, S.W.T, bahkan untuk sesaat.

Sempurnakan niat dalam setiap kekerabatan yang terjalin dan tidak salah bila kita akhiri dengan ikatan yang sah.

Jaga moral dan sopan santun sebelum ikatan dilakukan dan jangan menempatkan perasaan dalam marah Allah S.W.T.

Akhirnya, sambutlah kepercayaan sehingga hati selalu aman.

Terima kasih
Related Posts