Nih Bantahan Orang Renta Nabi Di Neraka

Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang.Hadits ayah nabi di neraka,Apakah orang bau tanah rasulullah di neraka,Nama orang bau tanah nabi muhammad saw,Kisah orang bau tanah nabi muhammad
Kesaksian nabi muhammad di neraka,Orang bau tanah nabi ibrahim,Ibu nabi muhammad meninggal dikala nabi berusia,Hadits perihal orang bau tanah nabi muhammad.

Segala puji bagi yang kuasa semesta alam ALLAH subhanahu wata'ala,rahmat dan salam ke atas junjungan kita nabi besar muhammad sallallahu'alaihi wasallam,serta kepada keluarga dan sahbat dia sekalian,hati-hati dalam mengambil hujjah dimasa kiamat ini,lebih baik kita diam,bertaqwalah kepada Allah,karena kita berada dimasa simpulan zaman,kiamat sudah sangat erat dengan aneka macam macam tanda-tandanya,saya membela Ayah dan Bunda nabi,walaupun ada hadist yang menyebutkan ayah dan bunda nabi dalam neraka,itu hadist mungkar,ulama Ahlussunnah wal jamaah,telah membuangnya,tetapi ada kaum yang tidak Senang,,mengambilnya kembali dan dijadikan hujjahnya,,

 Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang Nih Bantahan Orang Tua Nabi di Neraka

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻯ ﻫﺪﺍﻧﺎ ﻟﻬﺬﺍ ﻭﻣﺎ ﻛﻦ ﻟﻨـﺘﻬﺪﻱ ﻟﻮ ﻻ ﺃﻥ ﻫﺪﺍﻧﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺍﻟﻔﺎﺋﺰﻳﻦ ﺑﺮﺿﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﻌﺪ ﻗﺪﻣﻮﺍ ﺃﻋﻤﺎﻟﻜﻢ ﻟﺪﺍﺭ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﺗﺠﺪﻭﺍ ﻋﻨﺪﻫﺎ ﻓﻮﺯﺍ ﻭﻧﺠﺎﺓ

Dakwaan
Diantara dalil golongan yang menyatakan orang bau tanah Nabi masuk neraka yakni hadits
riwayat Imam Muslim dari Hammad :

ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻳْﻦَ ﺃَﺑِﻲ ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗَﻔَّﻰ ﺩَﻋَﺎﻩُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺇِﻥَّ ﺃَﺑِﻲﻭَﺃَﺑَﺎﻙَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

Bahwasanya seorang pria bertanya kepada Rasulullah “Ya, Rasulullah, dimana keberadaan ayahku ?,

Rasulullah menjawab : “ dia di neraka” maka dikala orang tersebut hendak beranjak, Rasulullah

memanggilnya seraya berkata“ sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka “.

Imam Suyuthi menerangkan bahwa Hammad perawi Hadits diatas diragukan oleh para hebat hadits dan hanya diriwayatkan
oleh Imam Muslim. Padahal banyak riwayat lain yang lebih besar lengan berkuasa darinya mirip riwayat
Ma’mar dari Anas, al-Baihaqi dari Sa’ad bin Abi Waqosh :

ﺍِﻥَّ ﺍَﻋْﺮَﺍﺑِﻴًّﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﺮَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪ ﺍَﻳْﻦَ ﺍَﺑِﻲ ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺄَﻳْﻦَ ﺍَﺑُﻮْﻙَ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﻴْﺜُﻤَﺎ ﻣَﺮَﺭْﺕَ ﺑِﻘَﺒْﺮِ ﻛَﺎﻓِﺮٍ ﻓَﺒَﺸِّّﺮْﻩُ ﺑِﺎﻟﻨَّﺎﺭِ

Sesungguhnya A’robi berkata kepada Rasulullah SAW “dimana ayahku ?, Rasulullah SAW menjawab : “ dia di neraka”, si A’robi pun bertanya kembali “ dimana AyahMu ?, Rasulullah pun menawab “ sekiranya kau melewati kuburan orang kafir, maka berilah kabar bangga dengan neraka “Riwayat di atas tanpa menyebutkan ayah Nabi dineraka. Ma’mar dan Baihaqi disepakati oleh hebat hadits lebih besar lengan berkuasa dari Hammad, sehingga riwayat Ma’mar dan Baihaqi harus
didahulukan dari riwayat Hammad. Dalil mereka yang lain
hadits yang berbunyi :

ﻟَﻴْﺖَ ﺷِﻌْﺮِﻱ ﻣَﺎ ﻓَﻌَﻞَ ﺃَﺑَﻮَﺍﻱَ

Demi Allah, bagaimana keadaan orang tuaku ?Kemudian turun ayat yang berbunyi :

ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎﻙَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﺑَﺸِﻴْﺮﺍً ﻭَﻧَﺬِﻳْﺮﺍً ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺴْﺄَﻝُ

ﻋَﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴْﻢ )ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ١١٩ : )

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa isu bangga dan pemberi peringatan, dan kau tidak akan diminta(pertanggungan jawab)tentang penghuni-penghuni neraka. (QS. al-Baqarah : 119)

Jawaban

Ayat itu tidak sempurna untuk kedua orang bau tanah Nabi alasannya yakni ayat sebelum dan sesudahnya berkaitan dengan ahlul kitab,
yaitu :

ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺘِﻲَ ﺍﻟَّﺘِﻲﺃَﻧْﻌَﻤْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻭْﻓُﻮﺍ ﺑِﻌَﻬْﺪِﻱ ﺃُﻭﻑِﺑِﻌَﻬْﺪِﻛُﻢْ ﻭَﺇِﻳَّﺎﻱَ ﻓَﺎﺭْﻫَﺒُﻮﻥِ

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku,niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kau harus takut (tunduk) (QS. Al-
Baqarah : 40)
hingga ayat 124 :

ﻭَﺇِﺫِ ﺍﺑْﺘَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺭَﺑُّﻪُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕٍ ﻓَﺄَﺗَﻤَّﻬُﻦَّ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧِّﻲ ﺟَﺎﻋِﻠُﻚَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻣِﻦْ ﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻲ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺎ ﻳَﻨَﺎﻝُ ﻋَﻬْﺪِﻱ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ

dan (ingatlah), dikala Ibrahim diuji tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dengan larangan), kemudian Ibrahim menunaikannya.

Allah berfirman :

"sesungguhnya saya akan menjadikanmu imam bagi seluruh insan ". Ibrahim berkata : "(dan saya mohon juga) dari keturunanku ".Allah berfirman : "janjiku (ini)tidak mengenai orang yang zalim".

Semua ayat-ayat itu menceritakan
hebat kitab (yahudi). (QS. Al-Baqarah : 124)

Bantahan di atas juga diperkuat dengan firman Allah SWT :

ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻣُﻌَﺬِّﺑِﻴﻦَ ﺣَﺘَّﻰ ﻧَﺒْﻌَﺚَ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ

)ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ ١٥ : )

“dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”
(QS. Al-Isra` : 15)

Kedua orang bau tanah Nabi wafat pada zaman fatharah (kekosongan dari seorang Nabi/Rasul). Berarti
keduanya dinyatakan selamat.Imam Fakhrurrozi menyatakan bahwa semua orang bau tanah para Nabi muslim. Dengan dasar berikut :
Al-Qur’an surat As-Syu’ara’ :218-219 :

ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺮَﺍﻙَ ﺣِﻴﻦَ ﺗَﻘُﻮﻡُ * ﻭَﺗَﻘَﻠُّﺒَﻚَ ﻓِﻲﺍﻟﺴَّﺎﺟِﺪِﻳﻦَ

Yang melihat kau dikala kau bangun (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak
badanmu di antara orang-orang yang sujud.Sebagian Ulama’ mentafsiri ayat di atas bahwa cahaya Nabi berpindah dari orang yang hebat sujud (muslim) ke orang yang hebat sujud lainnya. Adapun Azar yang secara terang mati kafir, sebagian ulama’ menyatakan bukanlah bapak Nabi Ibrohim yang sebenarnya tetapi dia yakni bapak asuhnya dan juga pamannya.

Hadits Nabi SAW :

ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ) ﻟﻢ ﺍﺯﻝ ﺍﻧﻘﻞ ﻣﻦﺍﺻﻼﺏ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﻳﻦ ﺍﻟﻰ ﺍﺭﺣﺎﻡ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﺍﺕ)

“ saya (Muhammad SAW)selalu berpindah dari sulbi-sulbi pria yang suci menuju rahim-rahim
wanita yang suci pula”Jelas sekali Rasulullah SAW menyatakan bahwa kakek dan nenek moyang dia yakni orang-orang yang suci bukan

orang-orang musyrik alasannya yakni mereka dinyatakan najis dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ ﻧَﺠَﺲٌ

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis”Nama ayah Nabi Abdullah,cukup mengambarkan bahwa dia beriman kepada Allah
bukan penyembah berhala Imam Muslim dan Imam Turmudzi meriwayatkan hadits
yang telah mereka sahihkan dari Watsilah bin Asqa’ RA

bahwa Rasulullah SAW

bersabda:

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺻﻄﻔﻰ ﻣﻦ ﻭﻟﺪ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ ﻭﺍﺻﻄﻔﻰ ﻣﻦ ﻭﻟﺪ ﺍﺳﻤﺎﻋﻴﻞﻛﻨﺎﻧﺔ ﻭﺍﺻﻄﻔﻰ ﻣﻦ ﻛﻨﺎﻧﺔ ﻗﺮﻳﺸﺎﻭﺍﺻﻄﻔﻰ ﻣﻦ ﻗﺮﻳﺶ ﺑﻨﻲ ﻫﺎﺷﻢ ﻭﺍﺻﻄﻔﺎﻧﻲ ﻣﻦ ﺑﻨﻲ ﻫﺎﺷﻢ

Sesungguhnya Allah telah menentukan Ismail dari turunan Ibrahim dan menentukan Kinanah dari turunan Ismail dan menentukan Quraisy dari turunan Kinanah dan menentukan Bani Hasyim dari turunan Quraisy dan menentukan Aku dari turunan Bani Hasyim.Bahkan dari hadits ini Syekh Ibn

Taimiyah berkata : Ketentuan hadits di atas memperlihatkan bahwa Ismail dan turunannya yakni orang-orang pilihan dari keturunan Ibrahim.

Imam Turmudzi meriwayatkan hadits dan menganggapnya Hasan dari ‘Abbas bin Abdulmuttholib RA bahwa Nabi SAW bersabda:

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻓﺠﻌﻠﻨﻲ ﻣﻦ ﺧﻴﺮ ﻓﺮﻗﻬﻢ ﺛﻢ ﺗﺨﻴﺮ ﺍﻟﻘﺒﺎﺋﻞ ﻓﺠﻌﻠﻨﻲ ﻓﻲ ﺧﻴﺮ ﻗﺒﻴﻠﺔ ﺛﻢ ﺗﺨﻴﺮ ﺍﻟﺒﻴﻮﺕ ﻓﺠﻌﻠﻨﻲ ﻓﻲ ﺧﻴﺮ ﺑﻴﻮﺗﻬﻢ ﻓﺄﻧﺎ ﺧﻴﺮﻫﻢ ﻧﻔﺴﺎ ﻭﺧﻴﺮﻫﻢ ﺑﻴﺘﺎ

Sesungguhnya Allah telah membuat makhluk dan mengakibatkan Aku dari golongan yang paling baik kemudian Allah menentukan suku dan mengakibatkan Aku dari suku yang terbaik kemudian menentukan rumah dan mengakibatkan dalam rumah terbaik mereka. Maka Aku yakni yang paling baik jiwanya dan paling baik rumahnya. Imam Al-Baihaqi meriwayatkan

dalam kitabnya “Dalailun Nubuwwah” dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ﺃﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻄﻠﺐ ﺑﻦ ﻫﺎﺷﻢ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﻣﻨﺎﻑ ﺑﻦ ﻗﺼﻲ ﺑﻦ ﻛﻼﺏﺑﻦ ﻣﺮﺓ ﺑﻦ ﻛﻌﺐ ﺑﻦ ﻟﺆﻱ ﺑﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﺑﻦ

ﻓﻬﺮ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺑﻦ ﺍﻟﻨﻀﺮ ﺑﻦ ﻛﻨﺎﻧﺔ ﺑﻦﺧﺰﻳﻤﺔ ﺑﻦ ﻣﺪﺭﻛﺔ ﺑﻦ ﺇﻟﻴﺎﺱ ﺑﻦ ﻣﻀﺮ ﺑﻦﻧﺰﺍﺭ ﺑﻦ ﻣﻌﺪ ﺑﻦ ﻋﺪﻧﺎﻥ. ﻭﻣﺎ ﺍﻓﺘﺮﻕ ﺍﻟﻨﺎﺱ

ﻓﺮﻗﺘﻴﻦ ﺇﻻ ﺟﻌﻠﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺧﻴﺮﻫﻤﺎﻓﺄﺧﺮﺟﺖ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ ﺃﺑﻮﻱ ﻭﻟﻢ ﻳﺼﺒﻨﻲﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﻋﻬﺮ ﺍﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ﻭﺧﺮﺟﺖ ﻣﻦﻧﻜﺎﺡ ﻭﻟﻢ ﺃﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﺳﻔﺎﺡ ﻣﻦ ﻟﺪﻥ ﺁﺩﻡﺣﺘﻰ ﺍﻧﺘﻬﻴﺖ ﺇﻟﻰ ﺃﺑﻲ ﻭﺃﻣﻲ ﻓﺄﻧﺎ ﺧﻴﺮﻛﻢﻧﺴﺒﺎ ﻭﺧﻴﺮﻛﻢ ﺃﺑﺎ

Aku yakni Muhammad bin Abdillah bin Abdil Mutthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Gholib bin Fihr bin Malik bin Al-Nadlr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlor bin Nizar bin Ma’d bin ‘Adnan. Dan tidaklah
terpisah golongan insan kecuali Allah telah mengakibatkan saya dalam yang terbaik dari dua golongan tersebut. Maka saya dilahirkan dari kedua orang tuaku dan tidak mengenaiku sesuatupun dari kebejatan jahiliyah. Dan saya lahir dari janji nikah dan tidaklah saya lahir dari perzinaan dari mulai Nabi Adam hingga pada ayah ibuku. Maka saya yakni yang terbaik dari kalian dari sisi nasab dan orang tua.Dan masih banyak lagi hadits- hadits lain yang menjelaskan perihal orang-orang bau tanah Nabi SAW. Bahwa mereka yakni pilihan Allah SWT. Tidakkah anda melihat kalimat

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺻﻄﻔﻰ (sesungguhnya Allah memilih) apakah Allah akan menentukan orang kafir sedangkan di sana ada orang yang beriman?Apakah Allah menentukan penduduk neraka bila di sana ada penduduk surga? Padahal orang bau tanah Nabi yakni orang-orang pilihan! Imam Suyuthi berkata dalam kitabnya Masalikul Hunafa

ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻝ ﻣﻤﻦ ﻳﻜﺘﺐ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚﻭﻻ ﻓﻘﻪ ﻋﻨﺪﻩ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﻗﺪ ﻗﺎﻟﺖ ﺍﻷﻗﺪﻣﻮﻥﺍﻟﻤﺤﺪﺙ ﺑﻼ ﻓﻘﻪ ﻛﻌﻄﺎﺭ ﻏﻴﺮ ﻃﺒﻴﺐﻓﺎﻷﺩﻭﻳﺔ ﺣﺎﺻﻠﺔ ﻓﻲ ﺩﻛﺎﻧﻪ ﻭﻻ ﻳﺪﺭﻱﻟﻤﺎﺫﺍ ﺗﺼﻠﺢ ﻭﺍﻟﻔﻘﻴﻪ ﺑﻼ ﺣﺪﻳﺚ ﻛﻄﺒﻴﺐﻟﻴﺲ ﺑﻌﻄﺎﺭ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﺎ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﻪ ﺍﻷﺩﻭﻳﺔﺇﻻ ﺃﻧﻬﺎ ﻟﻴﺴﺖ ﻋﻨﺪﻩ.ﻭﺇﻧﻲ ﺑﺤﻤﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺪ ﺍﺟﺘﻤﻊ ﻋﻨﺪﻱ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚﻭﺍﻟﻔﻘﻪ ﻭﺍﻷﺻﻮﻝ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺍﻵﻻﺕ ﻣﻦﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻲ ﻭﺍﻟﺒﻴﺎﻥ ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻓﺄﻧﺎﺃﻋﺮﻑ ﻛﻴﻒ ﺃﺗﻜﻠﻢ ﻭﻛﻴﻒ ﺃﻗﻮﻝ ﻭﻛﻴﻒ
ﺍﺳﺘﺪﻝ ﻭﻛﻴﻒ ﺍﺭﺟﺢ ﻭﺃﻣﺎ ﺃﻧﺖ ﻳﺎ ﺃﺧﻲﻭﻓﻘﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺇﻳﺎﻙ ﻓﻼ ﻳﺼﻠﺢ ﻟﻚ ﺫﻟﻚ ﻷﻧﻚﻻ ﺗﺪﺭﻱ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻭﻻ ﺍﻷﺻﻮﻝ ﻭﻻ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦﺍﻵﻻﺕ ﻭﺍﻟﻜﻼﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻻﺳﺘﺪﻻﻝﺑﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﺎﻟﻬﻴﻦ ﻭﻻ ﻳﺤﻞ ﺍﻹﻗﺪﺍﻡ ﻋﻠﻰﺍﻟﺘﻜﻠﻢ ﻓﻴﻪ ﻟﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺠﻤﻊ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡﻓﺎﻗﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺁﺗﺎﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻫﻮ ﺃﻧﻚ ﺇﺫﺍ
ﺳﺌﻠﺖ ﻋﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺗﻘﻮﻝ ﻭﺭﺩ ﺃﻭ ﻟﻢ ﻳﺮﺩﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻟﺤﻔﺎﻅ ﻭﺣﺴﻨﻮﻩ ﻭﺿﻌﻔﻮﻩ ﻭﻻﻳﺤﻞ ﻟﻚ ﻓﻲ ﺍﻹﻓﺘﺎﺀ ﺳﻮﻯ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﺪﺭﻭﺧﻞ ﻣﺎ ﻋﺪﺍ ﺫﻟﻚ ﻷﻫﻠﻪ :ﻻ ﺗﺤﺴﺐ ﺍﻟﻤﺠﺪ ﺗﻤﺮﺍ ﺃﻧﺖ ﺁﻛﻠﻪ * ﻟﻦ ﺗﺒﻠﻎﺍﻟﻤﺠﺪ ﺣﺘﻰ ﺗﻠﻌﻖ ﺍﻟﺼﺒﺮﺍ(ﻣﺴﺎﻟﻚ ﺍﻟﺤﻨﻔﺎ ﻓﻲ ﻭﺍﻟﺪﻱ ﺍﻟﻤﺼﻄﻔﻰ٦٧ : )

“Jika si pendebat itu seorang pelajar hadits yang tidak memahami fiqh, maka bilang padanya: Para salaf terdahulu berkata. “ahli hadits yang tak mengerti fiqh layakmya penjual obat yang bukan dokter, dia punya obat namun tak tahu kegunaan obat itu. Sebaliknya hebat fiqh yang tak memahami hadis
menyerupai dokter yang tidak punya obat. Ia mengerti betul kegunaan obat tapi tak memilikinya.” Sedangkan saya,Alhamdulillah, telah menguasai bermacam-macam ilmu :hadits, fiqh, undangan fiqh, dan ilmu-ilmu bahasa Arab, ilmu ma’ani, bayan dan lain-lain.Aku tahu bagaimana harus bicara, bagaimana mengutip dalil, dan bagaimana menarjih dalil. Sedangkan engkau-semoga Allah menawarkan taufiq-Nya padamu dan padaku- belum layak untuk hal mirip itu. Engkau kurang menguasai fiqh, undangan fiqh, juga ilmu-ilmu alat (bahasa arab). Bicara hadits dan mengambil dalil bukanlah hal yang remeh.
Bagi yang belum menguasai ilmu-ilmu yang telah kusebut di atas, dihentikan membicarakan ini (keimanan ayah bunda baginda Rasul).
Cukuplah kau bahas ilmu yang diberikan Allah kepadamu. Bila kau ditanya mengenai suatu hadis, cukuplah katakan, Ini warid ini tidak, hadis itu disahihkan para hebat hadis, dinilai hasan, atau dhaif. Tak patut bagimu melampaui semua itu.Serahkanlah yang lain pada ahlinya. “Jangan kau anggap kemuliaan itu sebutir kurma yang tinggal kau makan. Tak kan kau capai kemuliaan itu
sebelum kau kecap obat yang pahit”(Masalikul hunafa hal. 67) Syaikh al-Qhadhi salah
seorang Imam dari Madzhab Malikiyyah pernah ditanya perihal bahwa orang bau tanah Nabi Saw berada di neraka.Maka dia menjawab “MAL’UN (terlaknat org itu) karena
Allah Swt berfirman :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺆْﺫُﻭﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻟَﻌَﻨَﻬُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻟْﺂَﺧِﺮَﺓِ ﻭَﺃَﻋَﺪَّ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺑًﺎ ﻣُﻬِﻴﻨًﺎ

”Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan diakherat dan menyiapkan untuk mereka adzab yang hina” (QS. al-Ahzab : 57) Adakah yang lebih menyakiti hati Rasulullah Saw dari menyampaikan bahwa orangtua Rasul Saw berada di neraka ?
Nabi Saw melarang membicarakan buruk kepada orang yang sudah mati dan memeintahkan menutup lisan bila jika sahabat dipermasalahkan, maka menjaga lisan dari mempermasalahkna orantua Nabi Saw lebih berhak. Renugkanlah kisah dibawah ini, sebetulnya seoarang pembantu Rasul yang berjulukan Barkah pernah meminum air kencing Rasul Saw yg ada di dalam bejana. Kemudian Nabi Saw menanyakannya “Manakah air yg ada di dalam baskom ini ?” Barkah menjawab “Aku minum wahai Rasul” Rasul Saw bersabda “Jika demikian perutmu tidak disentuh oleh api neraka”.Kemudian pernah Ibnu Zubair diperintahkan oleh Rasul Saw membuang darah bekas cantuk Rasul Saw. Namun Ibnu Zubair malah meminum darah tersebut. Ketika ditanya oleh Rasul Saw“Sudahkah kau buang darah bekas cantukku wahai Ibnu Zubair ?” “sudah wahai Rasul”Rasul bertanya “Di mana ?” ia menjawab “Dalam perutku”. Rasul Saw bersabda “Barangsiapa yangg darahnya bercampur dengan darahku, maka ia tidak akan masuk neraka.” Kisah kisah ini disebutkan dalam Hadist-Hadist shohih yg diriwayatkan Daru Quthni. Dari kisah ini memperlihatkan bahwa aturan kelebihan dalam tubuh Nabi Saw yakni suci, tidak najis alasannya yakni Rasul tdk memerintahkan Barkah dan Ibnu Zubair untuk menyuci mulutnya.Dan hal ini juga memperlihatkan bahwa satu tetes dari kelebihan tubuh Nabi Saw yang masuk ke dalam perut orang lain sanggup menyelamatkannya dari api nereka. Lalu bagaimana dengan seseoang yg darah dan daging Nabi Saw berasal darinya ?Berkata syaikhul Islam Ibn Taimiyah dlm mustholahul hadis

(11/676)

ﻭﺍﻟﺠﻤﻬﻮﺭ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻭﺍﻟﺨﻠﻒ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﺎﻛﺎﻧﻮﺍ ﻓﻴﻪ ﻗﺒﻞ ﻣﺠﻲﺀ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻭﺍﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ﺷﻴﺄﻗﺒﻴﺤﺎ, ﻭﻛﺎﻥ ﺷﺮّﺍ ﻟﻜﻦ ﻻ ﻳﺴﺘﺤﻘﻮﻥﺍﻟﻌﺬﺍﺏ ﺇﻻّ ﺑﻌﺪ ﻣﺠﻲﺀ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ-. ﺇﻟﻰ ﺃﻥﻗﺎﻝ- ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻋﺎﻣﺔ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻭﺃﻛﺜﺮﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ. ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻳﺪﻝ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ .ﻓﺈﻥ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﺑﻴﺎﻥ ﺃﻥّ ﻣﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﺷﺮّﻭﻗﺒﻴﺢ ﻭﺳﻲﺀ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﺮﺳﻞ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﺗﻮﺍﻻﻳﺴﺘﺤﻘﻮﻥ ﺍﻟﻌﻘﻮﺑﺔ

Menurut jumhur salaf dan khalaf, perbuatan dan kebiasaan orang-orang sebelum datangnya Rasulullah dari pada syirik dan jahiliyah itu buruk sekali,tetapi tidak berhak diadzab kecuali setelah datangnya Rasulullah. –hingga perkataannya- Ini pendapatnya Ulama salaf dan kebanyakan orang muslim,sesuai dengan al-Quran dn Hadist yang menerangkan bahwa orang kafir itu keji dan buruk sekali walaupun sebelum kedatangan seorang Rasul mereka tidak berhak untk diadzab.Subhanallah.Hanya dengan berpegang pada sebuah hadits riwayat Muslim saudara wahabi -semoga Allah membuka hatinya- dengan tegas mengatakan, kalian mengaku Ahlussunnah tetapi tidak percaya apa yang dikatakan dan diakui Rasul sendiri. Bukan kami tidak percaya wahai saudara wahabi,tetapi alasannya yakni kami tahu mana yang sebenarnya dan mana yang bukan, kami yakni hamba dhaif yang tidak mengerti apa-apa bila tidak ada HIDAYAH dari Allah dan IRSYAD dari guru-guru kami yang mulia.

Akhirnya,
Ya Allah... dengan berkat Rasul Mushtafa, dengan berkat Khulafaurrasyidin, dengan berkat Seluruh Shahabat, dengan berkat Imam Mujtahid, dengan berkat Auliya dan Ulama berilah hidayah dan petunjuk kepada kami dalam menegakkan Sunnah sesuai dengan tuntutan Rasulullah yang berkesinambungan melalui "lidah"Shahabat, Tabi'in, Tabi' Tabi'in,Ulama Mutaqaddimin dan Muta-akh-khirin dan Guru-guru kami yang masih senantiasa lapang dada memberi ilmu kepada kami. Amin Ya Rabbal 'alamin.

wallahua'lam bish-shawab
Related Posts