Nih Dongeng Sa’Ad Bin Mu’Adz Kewafatannya Menggegarkan ‘Arasy Allah

Sa’ad bin Mu’adz yaitu salah seorang sobat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari kalangan kaum Ansar di Madinah yg menyintai dirinya berada dalam medan jihad.

Jabir bin Abdullah pernah meriwayatkan dikala kewafatan Sa’ad bin Mu’adz,dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Jenazah Sa’ad bin Mu’adz berada di antara mereka (para Malaikat) menciptakan ‘Arasy Ar-Rahman bergegar. ”

(Sahih Bukhari, no. 3519, Sahih Muslim, no. 4511, no. 4512, Sunan At-Tirmidzi, no. 3783, hasan sahih)

Aisyah,Ummul Mukminin radhiallahu ‘anha menceritakan : “Sa’ad bin Mu’adz mendapat luka parah pada perang Khandaq kerana panahan dari seorang Quraisy berjulukan Hibban bin Ariqah.Dia memanahnya sempurna mengenai urat pundak Sa’ad.Kemudian Nabi shallallahu‘alaihi wasallam berbagi khemah bersahabat masjid supaya gampang menjenguknya.Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari perang Khandaq,beliau meletakkan senjata kemudian mandi.Kemudian Malaikat Jibril ‘alaihissalam tiba menemui ia sambil mengibaskan abu dari kepalanya kemudian berkata : “Apakah anda hendak meletakkan senjata? Demi Allah,kami tidak akan meletakkannya. Keluarlah anda (utk menyerbu) mereka. ” Beliau bertanya : “Ke mana? ” Jibril ‘alaihissalam memberi instruksi (utk menyerbu) Bani Quraizah (kerana pengkhianatan mereka).Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat utk menyerbu mereka. Akhirnya Bani Quraizah setuju tunduk pada aturan beliau. Namun ia menyerahkannya kepada Sa’ad. ” (Sahih Bukhari, no. 3813)

adz yaitu salah seorang sobat Nabi shallallahu  Nih Kisah Sa’ad bin Mu’adz Kewafatannya Menggegarkan ‘Arasy Allah

Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu pula menceritakan : “Tatkala Bani Quraizah oke dengan ketetapan aturan yg akan diputuskan oleh Sa’ad, dikala itu saya berada bersahabat dengan Rasulullah. Lantas Sa’ad bin Mu’adz tiba dengan menunggang keldai. Ketika sudah dekat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Berdirilah kalian buat menjemput pemimpin kalian. ” Sa’ad pun tiba dan duduk bersahabat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian ia bersabda kepadanya :“Sesungguhnya mereka oke dengan keputusan yg akan kau putuskan. ” Sa’ad berkata : “Aku putuskan semoga para tentera perang mereka dibunuh (qisas) dan belum dewasa mereka dijadikan tawanan.”Maka ia shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sungguh kau telah tetapkan aturan kepada mereka dengan aturan Allah (Raja segala raja). ” (Sahih Bukhari, no. 2816, no. 3520, Musnad Ahmad, no. 11252)

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata bahawa Sa’ad bin Mua’adz telah berdoa : “Ya Allah, bahwasanya Engkau mengetahui bahawa tidak ada yg lebih saya cintai utk berjihad (berperang) di jalan-Mu selain memerangi kaum yg mendustakan Rasul-Mu shallallahu ‘alaihi wasallam yg telah mengusir beliau. Ya Allah, saya mengira bahawa Engkau telah menghentikan perang antara kami dan mereka. Seandainya masih ada perang melawan Quraisy,panjangkanlah umurku supaya saya sanggup berjihad melawan mereka di jalan-Mu. Sekiranya memang benar Engkau telah menghentikan perang, pancutkanlah lukaku ini dan matikanlah saya kerananya.”Maka memancutlah darah dari dadanya. Dan tidak ada yg menghairankan mereka dikala di masjid di dalam khemah Bani Ghifar kecuali darah yg mengalir. Mereka berkata : “Wahai penghuni khemah, apakah yg tiba kepada kami ini (darah) dari arah kalian? ” Ternyata luka Sa’ad menyemburkan darah kemudian dia meninggal kerana lukanya itu. Semoga Allah meredhainya. ” (Sahih Bukhari, no. 3813)

Ada beberapa riwayat telah tiba menceritakan mengenai kewafatan Sa’ad bin Mu’adz, antaranya :

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, dia berkata : “Jibril ‘alaihissalam menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bertanya : “Siapakah hamba soleh yg wafat sehingga pintu-pintu langit terbuka untuknya dan ‘Arasy bergetar? ” Nabi kemudian keluar, ternyata Sa’ad bin Mu’adz telah wafat. ” (Riwayat Al-Baihaqi)

Sa’ad bin Abi Waqqas radhiallahu ‘anhu, dia berkata : “Ketika Sa’ad bin Mu’adz wafat sehabis perang Khandaq, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tergesa-gesa keluar, sampai tetapkan tali sandal seseorang dan tidak membetulkannya, tidak melilitkan kembali selendangnya yg terurai, dan tidak menyapa seorang pun.

Orang-orang bertanya : “Ya Rasulullah, mengapa engkau mengabaikan kami? ” Beliau menjawab : “Aku khuatir malaikat mendahului kita utk memandikan mayit Sa’ad bin Mu’adz, menyerupai halnya dia mendahului kita memandikan mayit Hanzhalah. ” (Riwayat Abu Na’im)

Dari Muslimah bin Aslam bin Harisy, dia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memasuki rumah Sa’ad bin Mu’adz, tetapi tiada seorang pun di dalamnya kecuali (jenazah) Sa’ad yg ditutupi kain. Kemudian saya melihat ia melangkah dan memberi instruksi kepadaku semoga berhenti. Aku berhenti dan mundur ke belakang, ia duduk sebentar kemudian keluar.

Aku berkata : “Ya Rasulullah, saya tidak melihat seorang pun di sana, namun saya melihatmu melangkah (dengan perlahan). ” Beliau menjawab : “Aku dilarang duduk, sampai salah satu malaikat melepaskan salah satu sayapnya. ” (Riwayat Ibnu Sa’ad)

Dari Asy’at bin Ishaq bin Sa’ad bin Abi Waqqas, dia berkata : “Ketika Sa’ad bin Mu’adz wafat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggenggam kedua lutut Sa’ad kemudian berkata : “Malaikat masuk, tetapi tidak mendapat kawasan duduk, maka saya lapangkan kawasan untuknya. ” Ketika orang-orang mengusung mayit Sa’ad bin Mu’adz yg pada masa hidupnya dia yaitu orang yg paling besar dan tinggi, salah seorang munafik berkata : “Kami belum pernah mengusung mayit yg lebih ringan daripada hari ini. ” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersaada : “Jenazah Sa’ad bin Mu’adz disaksikan tujuh puluh ribu malaikat yg tidak menginjak bumi sama sekali. ” (Riwayat Abu Na’im)

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, dia berkata : “Ketika perang Ahzab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda ihwal Sa’ad bin Mu’adz : “Sa’ad telah menggoncangkan ‘Arasy, dan jenazahnya dihantar tujuh puluh ribu malaikat. ” (Riwayat Al-Baihaqi)

Dari Mahmud bin Lubaid, dia berkata : “Ketika mengusung mayit Sa’ad bin Mu’adz, orang-orang menyampaikan : “Ya Rasulullah, kami belum pernah mengusung mayit yg lebih ringan daripada ini. ” Beliau menjelaskan : “Kalian merasa ringan, kerana malaikat telah turun tangan, padahal sebelumnya mereka belum pernah ikut mengusung mayit bersama kalian. ” (Riwayat Ibnu Sa’ad)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata : “Aku ikut menghadiri pemakaman Sa’ad bin Mu’adz, setiap kali kami menggali sebongkah tanah kuburnya, kami mencium harum minyak wangi. ” (Riwayat Ibnu Sa’ad)
:Resep Cara Membuat Trancam
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu pernah bercerita : “Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dihadiahkan baju jubah terbuat dari sutera nipis padahal sebelumnya ia pernah melarang menggunakan sutera. Lalu orang-orang pun menjadi kagum kerananya. Maka ia bersabda : “Demi Zat yg jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh sapu tangan Sa’ad bin Mu’adz di syurga lebih baik daripada ini. ” (Sahih Bukhari, no. 3009, Sahih Muslim, no. 4515, Sunan At-Tirmidzi, no. 3782, hasan sahih, Musnad Ahmad, no. 12916)

Begitu mulia layanan Allah terhadap mereka yg berjihad menegakkan agama Allah, sampai dimuliakan di dunia lagi.

0 Response to "Nih Dongeng Sa’Ad Bin Mu’Adz Kewafatannya Menggegarkan ‘Arasy Allah"

Posting Komentar