Nih Doa Mengusir Setan Dalam Hati

Assalamualaikum sobat muslim kali ini ingin berbagi,cara mengusir bisikan setan,cara melawan setan dalam hati,bisikan setan yang menghina allah,menderita bisikan setan,cara melawan setan yang mengganggu,lintasan hati menghina allah,bisikan setan dikala sholat,doa mengusir setan dalam badan insan semoga sanggup bermanfaat untuk pengunjung semua.

Apa yang disebutkan penanya wacana problem yang dikhawatirkan akibatnya, maka saya katakan kepadanya, "Bergembiralah, lantaran kesannya hanyala kebaikan. Karena bisikan setan tidak diragukan lagi dihembuskan kepada orang-orang beriman untuk merongrong akidah mereka yang lurus di hati mereka serta untuk menjadikan gangguan dalam jiwa dan pikiran untuk memperkeruh keimanan mereka yang jernih, bahkan hendak memperkeruh kejernihan kehidupan mereka, bila mereka beriman.

Apa yang dia alami, bukanlah pertama kali yang menimpa orang beriman dan juga bukan orang yang terakhir kali. Tapi hal itu akan terus terjadi selama di dunia ada orang beriman. Kondisi ini juga pernah dialami para shahabat radhiallahu anhum.

Assalamualaikum sobat muslim kali ini ingin menyebarkan Nih Doa Mengusir Setan Dalam Hati

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata, "Beberapa orang sobat mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian mereka bertanya kepadanya, 'Kami mencicipi dalam diri kami apa yang terasa berat untuk kami sampaikan." Beliau bersabda, 'Apakah kalian telah mendapatkannya?' Mereka berkata, 'Ya,' Beliau bersabda, 'Itulah tanda akidah yang nyata." (HR.Muslim)

Dalam Ash-Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), juga diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

يأتي الشيطان أحدكم فيقول من خلق كذا ؟ من خلق كذا ؟ حتى يقول من خلق ربك؟! فإذا بلغه فليستعذ بالله ولينته

"Setan akan mendatangi salah seorang di antara kalian, kemudian dia akan bertanya, 'siapa yang membuat ini, siapa yang membuat itu?' Hingga akhirnya dia bertanya, 'Siapa yang membuat tuhanmu?' Jika hingga kepadanya hal tersebut, maka hendaknya dia berlindung kepada Allah dan berhenti (tidak meneruskan)."

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam didatangi seseorang, kemudian dia berkata, 'Sungguh saya mencicipi dalam jiwaku yang seandainya saya menjadi burung merpati lebih saya sukai daripada saya mengucapkannya.' Maka Nabi shallallahu alaihi wa slalam bersabda,

 الحمد لله الذي رد أمره إلى الوسوسة (رواه أبو داود)

"Segala puji bagi Allah yang hanya sanggup menarik hati orang mukmin berupa bisikan." (HR. Abu Daud)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah rahimahullah berkata dalam Kitab Al-Iman. Seorang mukmin akan diuji dengan bisikan setan dan bisikan kekufuran yang akan membuat dadanya sempit. Sebagaimana perkataan seorang shahabat, "Ya Rasulullah, sesungguhnya salah seorang di antara kami mendapat dalam dirinya yang sekiranya langit runtuh menimpa bumi, lebih dia sukai daripada dia berbicara wacana hal tersebut." Maka ia bersabda, "Itulah akidah yang nyata."

Dalam riwayat lain, ketika shahabat itu menyatakan dirinya berat menyampaikan hal tersebut, ia bersabda, "Segala puji bagi Allah yang membuat setan hanya sanggup membisikkan (tidak sanggup membuatnya kafir)." Maksudnya orang mukmin itu mencicipi bisikan tersebut di dada orang beriman sementara dirinya sangat membencinya. Upayanya untuk mengusir bisikan tersebut dari hatinya merupakan bentuk akidah yang nyata, sebagaimana seorang mujahid yang menghadapi musuh, maka dia akan melawannya hingga dia sanggup mengalahkannya. Ini merupakan jihad yang agung."

Kemudian ia berkata, "Karena itu, ada di kalangan penuntut ilmu dan andal ibadah akan mengalami bisikan dan syubhat tersebut melebihi dari yang lainnya, lantaran orang selainnya tidak menempuh syariat dan pemikiran Allah, akan tetapi dia menuruti hawa nafsunya dan lalai dari zikir kepada Tuhannya. Dan itu yang diinginkan setan. Berbeda dengan orang yang menghadap Allah dengan ilmu dan ibadah, maka mereka yakni musuh setan yang akan selalu dikejar untuk mencegah mereka dari jalan Allah Ta'ala." (Dikutip dari cetakan India, hal. 147)

Maka saya katakana kepada sang penanya, "Jika telah terang bahwa hal tersebut merupakan bisikan dan keragu-raguan dari setan, maka berjihadlah dan lawanlah. Ketahuilah, sungguh dia tidak akan sanggup membuatmu celaka bila engkau menunaikan kewajiban jihad kepadanya dan berpaling darinya serta tidak lagi tunduk dan mengekor di belakangnya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

  إن الله تجاوز عن أمتي ما وسوست به صدورها ما لم تعمل به أو تتكلم   (متفق عليه)

"Sesungguhnya Allah akan mengampuni umatku keragua-ruguan yang dibisikkan setan di dadanya selama dia tidak mengerjakannya dan mengatakannya." (Muttafaq alaih)

Jika ditanyakan kepada anda, "Apakah anda meyakini apa yang menjadi keragu-raguan anda?" "Apakah anda menganggap hal itu sebagai kebenaran?" "Apakah mungkin bagi anda untuk mencirikan Allah Subhaanahu wa ta'ala?" Lalu anda berkata, "Kita tidak berhak membicarakan hal ini, maha suci Allah, ini semua yakni dusta yang besar, kemudian anda mengingkari dengan hati anda dan verbal anda, dan anda orang yang paling menghindari dari hal itu, maka itu berarti hanya sebatas bisikan keragu-raguan dan godaan yang sedang menimpa anda serta jerat kesyirikan dari setan yang selalu menelusup badan anak Adam melalui pembuluh darahnya semoga membuat anda celaka dan mengaburkan agama anda.

Karena itu, anda akan mendapat perkara-perkara remeh yang tidak dipedulikan setan untuk dibisikkan dengan keraguan atau tuduhan. Anda contohnya mendengar adanya kota yang besar dan penuh dengan penduduk di timur dan di barat, tidak pernah dalam satu haripun timbul keraguan bahwa kota itu bergotong-royong tidak ada atau bahwa kota itu bergotong-royong telah hancur dan tidak layak huni serta tidak berpenghuni, dan semacamnya. Hal mirip itu tidak mengundang setan untuk membisikkan keraguan padanya. Akan tetapi yang menjadi perhatian besar setan yakni merusak keimanan seorang muslim. Dia selalu berusaha dengan segala tipu dayanya untuk memadamkan cahaya ilmu dan hidayah dan menjerumuskan seseorang dalam kegelapan syirik dan keraguan.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada kita obat mujarab yang mengandung kesembuhan, yaitu dengan sabdanya, "

 فليستعذ بالله ولينته

"Maka berlindunglah kepada Allah, dan sudahilah."

Jika seseorang menyudahi hal tersebut, dan melanjutkan penghambaannya kepada Allah untuk memohon apa yang ada pada-Nya, maka atas kekuasaan Allah, hal itu akan hilang. Maka berpalinglah dari segala bisikan yang mendatangi hatimu dalam problem ini. Beribadahlah kepada Allah, berdoa dan mengagungkan-Nya. Maka, apa yang dibisikkan selama ini, bukanlah hakikat nyata, akan tetapi hanyalah lintasan pikiran, keragu-raguan yang tidak ada dasarnya.

Nasehat ini sanggup disimpulkan sebagai berikut;

1- Berlindung kepada Allah dan menghentikan sama sekali persangkaan-persangkaan tersebut sebagaimana diperintahkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

2- Berzikir kepada Allah dan mengendalikan jiwa semoga tidak terus menerus dalam keragu-raguan.

3- Konsentrasi dan sungguh-sungguh dalam ibadah serta bersedekah untuk menunaikan perintah Allah dan mencari ridhanya. Kapan saja ibadah dilaksanakan dengan fokus, khusyu, dan nyata, maka hal itu akan mengalihkan kita dari bisikan keraguan insya Allah.

4-Banyak berlindung dan berdoa kepada Allah semoga anda diberikan keselamatan dalam problem ini.

Saya mohon kepada Allah Ta'ala semoga anda diberikan keselamatan dari segala keburukan.

Nama nama syaitan dan tugasnya:

Jenis setan yang menjerumuskan insan ke dalam jurang kesesatan itu banyak sekali. Bahkan ada ulama yang beropini bahwa dalam menyesatkan insan setan itu mem­punyai spesifikasi keahlian tersendiri sesuai dengan bidangnya. Yang andal menarik hati orang shalat tugasnya hanya menarik hati orang shalat, yang andal mengkufurkan orang yang beriman tugasnya hanya mengkufurkan dengan banyak sekali budi amis dan propaganda yang menyesatkan, begitu seterusnya.
Berikut beberapa nama syaitan dan kiprah tugasnya:

1-Qarin – mendampingi insan semenjak lahir, merayu dan menipu supaya menyimpang  dari jalan yang diridhai Allah.
2-al Wilhan –menggoda dan mengganggu insan dikala berwudhu
3-al Hinzab – mengganggu insan sedang solat
4-Thibr- bertugas khusus untuk membinasakan manusia.
5-Awar- menarik hati insan untuk melaksanakan zina.
6-Mabsut – membisikkan insan supaya berdusta.
7-Dasim – Bertugas semata-mata menjadikan supaya insan bersengketa dengan keluarga.
8-Zalanbur- Bertugas dipasar-pasar membisikkan insan supaya melaksanakan penipuan dikala jual beli.

10 Pintu Masuk Syaitan

Hati yakni menyerupai sebuah benteng. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin mempunyai dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya. Pintu-pintu tersebut tidak bisa terjaga kecuali bila seseorang mengetahui pintu-pintu tadi. Setan tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali bila seseorang mengetahui cara setan memasukinya. Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi yakni sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak. Pada dikala ini sayai akan memperlihatkan 10 pintu terbesar yang setan biasa memasukinya:

Pintu pertama:

Ini yakni pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang mirip ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula bila seseorang mempunyai sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seperti menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut yakni sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua:

Ini juga yakni pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, murka sanggup merusak akal. Jika logika lemah, pada dikala ini tentara setan akan melaksanakan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita mirip ini, minta perlindunganlah pada Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang marah, kemudian dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376. Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits ini shohih)

Pintu ketiga:

Yaitu sangat suka menghias-hiasi daerah tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang mirip ini sungguh akan sangat merugi lantaran umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat:

Yaitu kekenyangan lantaran sudah menyantap banyak makanan. Keadaan mirip ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melaksanakan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di alam abadi sebagaimana dalam hadits:
 “Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia, dialah yang akan sering lapar di hari selesai zaman nanti.” (HR. Tirmidzi. Dalam As Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits ini shohih)

Pintu kelima:

Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang mempunyai sifat mirip ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak mempunyai sifat mirip yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pintu keenam:

Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir menyampaikan bahwa hadits ini hasan)

Pintu ketujuh:

Yaitu cinta harta. Sifat mirip ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melaksanakan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Pintu kedelapan:

Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau bersedekah selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.

Pintu kesembilan:

Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh logika mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam problem paling urgen dalam agama ini yaitu problem aqidah.

Pintu kesepuluh:

Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, niscaya dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.

Tutuplah Pintu Masuk Syaitan

Tutuplah pintu-pintu tersebut. Yakni dengan membersihkan diri dari sifat-sifat tercela.Meski akar sifat jelek itu telah tercabut dari hati seorang hamba, tetap masih tersisa kemampuan setan dalam menjebak manusia. Yaitu dengan memperlihatkan bisikan-bisikan buruknya, walaupun tidak bisa menetap di dalam hati. Untuk mengusir bisikan-bisikan jahat ini, tidak lain ialah dengan dzikir kepada Allah dan membangun hati dengan takwa.
Perumpamaan setan, ialah menyerupai seekor anjing lapar yang mendekatimu.Jika engkau tidak membawa daging dan roti, maka engkau bisa mengusirnya dengan gertakan.Namun bila engkau membawa daging dan roti, sedangkan anjing itu lapar, maka engkau tidak bisa mengusirnya hanya dengan ucapan.

Demikian juga hati yang kosong dari kuliner setan, maka ia akan segera pergi dengan dzikrullah.
Adapun hati yang dikuasai oleh hawa nafsu, maka hawa nafsu itu akan mengangkat dzikir ke permukaan hati, sehingga setan akan menetap di lubuk hatinya.
Jika engkau ingin mengetahui bukti dalam hal ini, maka perhatikan di dalam shalatmu. Bagaimana ketika engkau mengerjakan shalat, dengan lembutnya setan membisikkan dalam hatimu masalah-masalah duniawi, wacana pekerjaan, laba perdagangan, dan semacamnya.
Hendaklah kita ketahui bahwa keburukan yang terjadi pada hati, bila hanya berupa lintasan fikiran, pembicaraan dan angan-angan, maka hal ini dimaafkan. Jika seseorang meninggalkannya lantaran takut kepada Allah, maka ia mendapat pahala karenanya.
Jika ia meninggalkannya lantaran ada penghalangnya, maka kita berharap semoga Allah’azza wajall memaafkannya juga. Namun bila keburukan itu merupakan niat dan tekad, maka tekad melaksanakan dosa merupakan dosa!

Bagaimana tidak berdosa, bukankah kesombongan, riya`, dan ‘ujub merupakan kasus batin?
Dari itu semua, kita mengetahui betapa penting membekali diri dengan ilmu syar’i. Karena ia merupakan unsur paling utama untuk menolak setan.Setiap bertambah ilmu yang bermanfaat pada seorang hamba, yang dengan itu menjadikan dirinya takut dan bertakwa kepada Allah Ta’ala, maka akan bertambah keselamatan dirinya dari bisikan dan jeratan setan.
Dan hanya Allah-lah daerah memohon pertolongan.

Sekian dulu dari saya,semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
Related Posts