Nih Dongeng Umar Bin Abdul Aziz | Dongeng Teladan

Rombongan Malaikat Datang, Saat Menjelang Kematian Umar bin Abdul Aziz

Dalam “Al-Bidayah”, Ibnu Katsir menulis, “Umar bin Abdul Aziz shalat Id bersama dengan sejumlah rakyatnya. Selesai shalat, dia pulang ke rumahnya. Orang-orang menawari dia kendaraan. Beliau menolaknya seraya berkata, ‘Jauhkan ia dariku, alasannya ialah saya hanyalah seorang lelaki dari golongan orang-orang muslim’”. Ketika melintasi kuburan, dia menoleh ke arahnya dan berkata, “Salam bagi kalian, wahai perkampungan kaum mukmin.”

 Saat Menjelang Kematian Umar bin Abdul Aziz Nih Kisah Umar bin Abdul Aziz | KISAH TELADAN

Setelah itu dia berkata, “Ya Allah, ialah di antara penduduk kubur ini yang masih memiliki pipi merona? Adakah d antara mereka yang memiliki mata bercelak?”. Beliau memandang tajam ke arah orang-orang, menteri, dan gubernur di sekelilingnya sambil berkata, “Mengapa mereka tidak terlihat makan bersama orang-orang yang makan? Dan mengapa mereka tidak terlihat minum bersama orang lain? Mengapa mereka tidak mencicipi keindahan rumah dan gedung-gedung itu?”. Dengan bunyi lantang dia berteriak ke arah kuburan, ‘Wahai kematian, apa yang engkau lakukan kepada kekasih-kekasih kami? Wahai kematian, apa yang engkau lakukan terhadap teman-teman kami?’. Kemudian dia bertanya kepada orang yang bersamanya, ‘Tahukah kalian apa yang dinamakan kematian?’.

Mereka menjawab, ‘Tidak’.

Beliau berkata sambil menangis sejadi-jadinya, ‘Engkau dianugerahi Allah dua mata, lengkap dengan dua bola mata di dalamnya. Engkau juga diciptakan-Nya dapat menggerakkan dua telapak tanganmu dari kedua hastamu, kedua hasta dari dua lengan, kedua telapak kaki dari kedua betis, dan kedua betis dari kedua lutut’.

Beliau ialah lelaki agung yang sangat bertakwa kepada Allah dan percaya dengan janji-Nya, maka Allah memuliakannya dengan menjadikannya orang yang dapat menikmati kebahagiaan dan ketenangan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Setiap kali namanya disebut, maka saat itu pula kita mengingat akan jasa-jasa dan keilmuannya.

Oleh alasannya ialah itu, saat maut hampir menjemputnya pada hari raya Idul Fitri, saat orang-orang keluar rumah dengan baju baru, ia tidak mengenakannya. Orang-orang bertanya, “Apa yang terjadi dengan Engkau?”.

“Aku melihat liang kuburku di hari ini, dan saya merasa akan bertemu dengan Allah Tuhanku sekarang”. Jawab beliau.

Sewaktu istri dia masuk ke dalam kamar dan orang-orang sedang melakukan shalat Id, ia bertanya, “Apa yang engkau lihat, suamiku?”.

Beliau menjawab, “Tolong keluarlah dari rumah ini. Lihatlah ada apa di luar sana. Karena saya merasa ada rombongan yang datang, rombongan yang tampaknya bukan insan maupun jin.”

Para ulama menafsirkan rombongan tersebut ialah para malaikat. Ketika istri dia keluar rumah, Allah mencabut nyawa Umar bin Abdul Aziz, agar Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau.

===

Sumber: Kitab Jangan Takut Hadapi Hidup, Karya: Dr. ‘Aidh Abdullah Al-Qarny, Penerjemah: Masrukhin, Penerbit: Cakrawala Publishing
Related Posts